Jenazah Erwin Prasetya Dimakamkan di Surabaya, Ini Tulisan Duka Mendalam Bens Leo
JAKARTA, iNews.id - Salah satu pendiri grup band Dewa 19, Erwin Prasetya meninggal dunia karena mengalami pendarahan pada lambungnya. Jenazah bassis pertama Dewa 19 tersebut akan dimakamkan di makam keluarga TPU Keputih, Surabaya.
"Saya telpon, ambulans yang membawa jenazah song writer, arrange ex bassist Dewa 19, bersama istri dan 3 putra putrinya sudah dalam perjalanan ke Surabaya," tulis pengamat musik Indonesia, Bens Leo dalam postingannya di Facebook, Sabtu (2/5/2020).
Sehari sebelum meninggal dunia, Erwin sempat mengeluhkan sakit batuk dan panas kepada Bens Leo. Kemudian, istri Bens Leo menyarankan untuk langsung diperiksa di rumah sakit.
"Saya dengar, Mas Erwin batuk kering dengan dahak warna hitam. Isteri saya bilang, 'Itu kerusakan fungsi lambung dan warna hitam itu darah'. Istri juga menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat," tulis Bens Leo.
Tak lama setelah berkomunikasi, Erwin kemudian menghubungi Bens Leo, menanyakan rumah sakit terdekat dari kediamannya. "Mas, rumah sakit terdekat di Ciputat ndek endi yo?" Saya jawab," sampean googling mas, kayanya ada dua RS di daerah Ciputat," tulis Bens kembali.
Setelah mengetahui kabar Erwin Prasetya dirawat di Rumah Sakit Sari Asih dan belum sempat menjenguknya, Bens Leo justru terkejut jika pencipta lagu Kirana itu sudah meninggal dunia.
"Sabtu (2/5) pagi saya terkejut baca status Mas Buddy ACe, Mas Erwin Prasetya wafat. Saya buka WA, Mbak Didit Miranda sdh kirim kabar, Mas Erwin wafat subuh Sabtu (2/5) dan sudah dalam perjalanan ke Surabaya," tulisnya.
Tak lupa, Bens Leo mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas kepergian salah satu arranger musik serta komposer terbaik di Indonesia itu.
"Ikut duka cita mendalam atas wafatnya teman baikku, teman yg banyak membantu kegiatan rekaman yg saya produksi dan selamat jalan Mas Erwin Prasetya, orang baik yg setia dgn profesinya, sampai akhir hayat. Saya janji, jika saya ke Jawa Timur, kesempatan pertama yg saya akan Iakukan, nyekar ke pusaramu, saudaraku," tulis Bens Leo.
Editor: Tuty Ocktaviany