Ikang Fawzi Kaget Dengar sang Putri Ingin Dobrak Jalur Laut ke Gaza: Jaga Diri dan Iman!
JAKARTA, iNews.id - Keputusan Chiki Fawzi berangkat ke daerah konflik di Gaza, Palestina, mengundang kekhawatiran keluarga, terutama sang ayah, Ikang Fawzi. Chiki menceritakan reaksi sang ayah saat pertama kali mendengar rencananya ke Gaza mendobrak jalur laut pada April mendatang.
Chiki mengatakan ayahnya sangat terkejut. Apalagi misi yang dijalani melalui pelayaran internasional yang penuh risiko.
"Kaget banget. Ya kaget lah, ngomong macem-macem antara bapak dan anak," kata Chiki Fawzi di Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meski begitu, Ikang Fawzi tetap memberikan restu kepada Chiki berangkat. Baginya, dukungan orang tua menjadi modal penting sebelum menjalankan misi kemanusiaan.
Kirim Bantuan ke Gaza, Chiki Fawzi Bertekad Dobrak Jalur Laut
"Sama Ayah didukung sih. Ya khawatir pasti ada, orang tua lah, manusiawi," ucapnya.
Kali ini, Chiki akan pergi tanpa ditemani sang kakak, Bella Fawzi. Ini karena harus ada pembagian tugas di dalam keluarga.
Angka Anak Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Butuh Perhatian Semua Pihak
"Aku saja sih (yang berangkat), harus ada yang jaga Ayah," ujarnya.
Lebih jauh, Chiki mengungkap pesan menyentuh dari sang ayah. Sadar sang anak akan bertaruh nyawa di negeri orang, Ikang menekankan pentingnya menjaga diri dan iman.
Umrah di Momen Ramadan, Kimberly Ryder Selipkan Doa Minta Jodoh Terbaik
"Pesan-pesan mungkin dari Papa, 'Ya jaga diri, jaga iman'," kata Chiki.
Kembali Saksikan Video Insanul Fahmi dan Insara Rusli, Wardatina Mawa Emosi: Menjijikan!
Meski sadar keberhasilan misi ini secara sistematis memang kecil, hal itu tak menyurutkan langkah Chiki. Jika berhasil, dia berencana untuk menetap di sana selama beberapa bulan.
"Tingkat keberhasilannya memang kecil tapi patut untuk diusahakan. Bahkan ketika nanti kami sudah berhasil landing di Gaza, rencananya memang akan stay di sana untuk beberapa waktu," katanya.
"Rencana sebenarnya kita menargetkan dua bulan sih. Dari start pelayarannya ya, terakhir meeting seperti itu," ujarnya.
Chiki mengungkapkan tim memang tak bisa menembus jalur darat imbas blokade yang diberlakukan di sejumlah wilayah. Dia menyebut, langkah serupa sudah sering dilakukan aktivis dari berbagai negara demi mengirimkan bantuan kemanusiaan.
"Jadi orang-orang biasa kayak kami ini emang nggak bisa kalau lewat jalur darat yang legal gitu. Jadi memang mendobrak via jalur laut itu memang sudah banyak dilakukan aktivis-aktivis internasional," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani