Haji Faisal Muak Fuji Dijodohkan dengan Reza Arap: Berlebihan!
JAKARTA, iNews.id - Ayah dari influencer Fujianti Utami alias Fuji, Haji Faisal, akhirnya angkat bicara terkait ramainya perjodohan sang anak dengan Reza Arap di media sosial. Apa tanggapan Haji Faisal?
Seperti diketahui belakangan ini ramai #Furab yang mana itu kelompok netizen yang menjodohkan Fuji dengan Reza Arap. Gerakan ini cukup masif, bahkan sudah sampai ke telinga keluarga Fuji.
Menurut Haji Faisal, fenomena tersebut sudah berlangsung sejak lama dan kini semakin berlebihan hingga memunculkan komentar yang dinilai tidak pantas. Haji Faisal merasa putri bungsunya itu selalu dijodoh-jodohkan dengan siapa saja yang mengajaknya berkolaborasi dalam konten.
“Dengan siapa anak saya tampil, dengan siapa anak saya berkolaborasi, selalu dijodoh-jodohkan. Sudah berapa banyak yang dijodohkan kepada anak saya sejak awal?” ujarnya, dikutip Senin (6/4/2026).
Disorot Sejak Kecil, Fuji Tegaskan Tak Akan Paksa Gala Sky Jadi Artis
Ia merasa, sebagian komentar netizen bahkan mulai mengarah ke hal-hal yang tidak baik dan membuat situasi menjadi kurang nyaman dan tidak kondusif.
“Saya melihat sebagian komentar itu sudah enggak bagus, sudah enggak pas. Jadi saya pikir ini sudah enggak kondusif,” tegasnya.
Fuji Ngaku Alami PTSD usai Diduga Rugi Rp1 Miliar gegara Staf Admin Medsosnya!
Haji Faisal menjelaskan perihal dampak perjodohan ini yang menurutnya tidak hanya dirasakan oleh anaknya, tetapi juga pihak lain. Baginya, narasi yang berlebihan di media sosial bisa membuat suasana menjadi canggung.
“Terlalu berlebih-lebihan menjodoh-jodohkan. Di situ terselip kata-kata yang tidak pantas. Bahkan bisa membuat orang yang mengadakan acara jadi risih,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa interaksi Fujianti Utami dengan siapa pun, termasuk Reza Arap, hanyalah profesional dalam pekerjaan. Ia menegaskan putrinya menghadiri acara kolaborasi tersebut juga sebagai bentuk menghargai Reza Arap sebagai tuan rumah.
“Anak saya diundang, dia datang menghormati tuan rumah. Hanya itu, tidak ada maksud lain,” jelasnya.
Editor: Muhammad Sukardi