Dramatis! Fiersa Besari Buru-Buru Keluar dari Hutan saat Tahu Ibu Masuk Rumah Sakit
JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial curhatan figur publik Fiersa Besari mendapati kenyataan ibunya masuk rumah sakit saat dirinya tengah berada di hutan. Seperti apa cerita selengkapnya?
Bercerita melalui Instastory, Fiersa Besari menjelaskan kalau selama di dalam hutan, dia tidak mendapatkan sinyal sama sekali. Alhasil, komunikasi dari dunia luar terputus.
Hingga akhirnya ada momen sinyal itu muncul, dan Fiersa mendapati kenyataan yang menyedihkan bahwa ibunya sakit sampai dirawat di rumah sakit. Dengan perasaan campur aduk, Fiersa berusaha sesegera mungkin untuk pulang ke rumah.
"Kemarin di hutan sempat dapat sinyal sekitar jam 9 pagi. Lalu, masuk satu pesan WhatsApp sebelum sinyal kembali hilang," kata Fiersa, dikutip Senin (20/4/2026).
Fiersa Besari Cabut Laporan Kasus Istri Ditabrak Mobil, Alasannya Mengejutkan!
Pesan WhatsApp itu bertuliskan, 'Ibu masuk RS'. Tidak diketahui dari siapa pesan itu dikirimkan ke Fiersa, namun yang pasti Fiersa ingin secepat mungkin pulang dan bertemu dengan ibunya.
Namun, kondisi hutan yang tidak mudah memberi tantangan tersendiri untuk pulang. Menurut Fiersa, ini merupakan hari ketujuh dia berada di hutan pegunungan.
Kondisi Terkini Istri Fiersa Besari usai Ditabrak Mobil, Kaki Pincang Pakai Penyangga
Posisinya dalam perjalanan turun menuju desa, sambil terus mengecek peta atau koordinat, dan harus mengurangi elevasi sekitar 600 meter vertikal.
"Kalau kamu orang awam, itu artinya masih butuh sekitar dua hari untuk keluar dari hutan. Saya tanya Misbah (navigator Atap Negeri) 'Kita bisa keluar hari ini?'. Saya jelaskan alasannya, dan Misbah selalu menjawab dengan kalimat andalannya, Aman saja'," ungkap Fiersa.
"Misbah plotting jalur, kami pun mencoba menemukan rute yang digunakan warga berburu (jadi tidak perlu banyak buka jalur). Jam demi jam berlalu, hampir hilang harapan, ternyata ketemu," tambahnya.
Fiersa melanjutkan, "Perjalanan yang harusnya ditempuh dua hari, kami tuntaskan dalam waktu 8 jam. Variasi vegetasinya, pandan hutan, pakis, dan tentu saja rotan."
Kata Fiersa, hutan yang ditemuinya rapat sekali. Itu berarti, badannya remuk redam dan tersayat-sayat. Dan ketika melihat adanya sungai dekat pemukiman, dia merasa bahagia sekali.
Namun, momen tersebut tidak bisa dirasakan lama-lama, karena dia harus segera keluar dari kaki gunung.
Ujian hidup belum berhenti sampai di situ. Fiersa bercerita kalau saat di bandara, pesawat yang ditumpanginya tidak bisa di-refund atau reschedule.
"Dasar Fiersa, kebiasaan gak baca TnC. Jadinya, beli tiket pesawat lagi untuk pagi ini (20 April 2026). Bagus, di saat bahan bakar lagi pada naik, ye kan," ujarnya.
"Kamu tahu rasanya kalau baru turun gunung sepegel apa kan? Nah, bayangkan, keluar dari hutan, nyampe kota, packing peralatan untuk dibawa pulang, kemudian langsung ke bandara. Belum tidur sama sekali, tapi gak apa-apa karena ketenangan bukan hanya bisa diperoleh dengan cara tidur, ketenangan juba bisa diperoleh dengan cara pulang saat dibutuhkan," tambahnya.
Cerita Fiersa Besari baru sampai di sini. Dia pun memastikan akan melanjutkan cerita mengenai kejadian ini setibanya di rumah sakit, setelah melihat ibunya secara langsung.
Editor: Muhammad Sukardi