Detik-Detik Ibunda Fedi Nuril Meninggal Dunia, Sempat Tersedak Air Putih
JAKARTA, iNews.id - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Fedi Nuril usai kepergian sang ibunda, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri. Di balik kabar wafatnya, tersimpan kisah memilukan yang diungkap langsung oleh sang kakak, Nanda Nuril.
Dengan suara bergetar, Nanda Nuril menceritakan detik-detik terakhir sang ibu sebelum mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 19 Mei 2026. Bukan karena penyakit berat, kondisi almarhumah disebut memang sudah menurun akibat usia lanjut.
Namun, sebuah kejadian sederhana menjadi awal perpisahan yang tak pernah mereka sangka. Apakah itu? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.
Menurut Nanda, sang ibu yang berprofesi sebagai apoteker dikenal sangat disiplin soal obat-obatan. Bahkan di usia senjanya, almarhumah selalu ingin minum obat menggunakan air putih.
"Karena nyokap orang apoteker, disiplin, minum obat harus pakai air putih," ujar Nanda saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Padahal, dokter sudah berkali-kali mengingatkan bahwa air putih terlalu encer dan berisiko masuk ke saluran pernapasan. Keluarga pun diminta mengganti minuman dengan susu yang teksturnya lebih kental agar aman ditelan.
"Dokter bilang, ‘Ibu minumnya susu aja ya’, karena kalau air putih riskan masuk ke saluran pernapasan," katanya.
Namun hari itu menjadi berbeda. Seusai makan, sang ibu tiba-tiba menepuk tangan pelan memanggil Nanda. Suaranya sudah lemah, nyaris tak terdengar.
"Aku bilang, ‘Kenapa, Ma?’ Mama bilang, ‘Tolongin mama dong, keserak air putih,’" kenangnya.
Momen itu sebenarnya bukan yang pertama. Sang ibu memang beberapa kali tersedak sebelumnya. Dengan sigap, Nanda mencoba menenangkan, membantu mengatur napas, hingga memasangkan oksigen seperti biasanya.
Tetapi kali ini, semuanya berubah.
Di tengah kepanikan dan usaha menyelamatkan sang ibu, Nanda mendengar kalimat yang membuat hatinya hancur. Sang ibu terus meminta pertolongan sambil menahan sesak.
"'Tolongin… Ya Allah…'" ucap Nanda menirukan suara lirih ibundanya.
Tak lama kemudian, kondisi almarhumah semakin melemah hingga akhirnya berpulang di hadapan keluarga tercinta.
"Cuma yang membuat beliau pulang itu, keserak air putih," tutur Nanda lirih.
Kisah kepergian sang bunda pun meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Sebuah momen sederhana di meja makan berubah menjadi detik-detik terakhir yang akan terus dikenang sepanjang hidup mereka.
Editor: Muhammad Sukardi