Denada Sedih Ressa Rizky Rossano Masih Panggil Mbak Bukan Ibu
JAKARTA, iNews.id - Kesedihan Denada Tambunan kembali mencuat saat membahas hubungannya dengan sang putra, Ressa Rizky Rossano. Luka lama itu terasa nyata ketika dia mengungkapkan hingga kini masih dipanggil “Mbak” oleh anaknya sendiri.
Pengakuan tersebut disampaikan Denada saat berbincang di kanal YouTube milik Feni Rose. Dalam momen itu, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan sedih yang selama ini dipendam.
Denada mengaku, sebagai seorang ibu, ada keinginan besar dalam hatinya untuk dipanggil dengan sebutan “Ibu”. Namun, realita berkata lain karena Ressa tumbuh dengan figur keluarga yang berbeda sejak kecil.
"Kalau aku ditanya, aku tentunya ya kepenginnya dipanggil 'Ibu'. Tapi aku merasa aku enggak adil buat dia kalau ujug-ujug aku datang dan bilang 'Pokoknya panggil aku Ibu ya'. It's not fair menurut aku," ujar Denada.
Nasib Denada setelah Akui Ressa Rizky Rossano Anak Kandung, Dibayangi Gugatan Rp7 Miliar!
Keputusan masa lalu untuk menyerahkan Ressa kepada kerabat di Banyuwangi kini menjadi titik penyesalan yang terus menghantui. Saat itu, Denada berpikir langkah tersebut adalah yang terbaik demi masa depan anaknya.
Dia ingin Ressa tumbuh dalam keluarga yang utuh, lengkap dengan figur ayah dan ibu. Namun, keputusan tersebut justru meninggalkan jarak emosional yang tidak mudah untuk dijembatani.
Bingung Namanya Dikaitkan dengan Anak Denada, Iwa K: Kenapa Tiba-Tiba Nama Gue
Rasa sedih itu semakin dalam ketika Denada menyadari panggilan “Mbak” bukan sekadar sebutan, tetapi cerminan hubungan yang belum sepenuhnya pulih. Meski begitu, dia memilih untuk tidak memaksakan kehendaknya.
Denada memahami bahwa perasaan anak tidak bisa diubah secara instan. Dia berusaha menghargai proses yang sedang berjalan, meski hatinya kerap bergejolak.
Ressa Rizky Rossano Bakal Umrah Usai Diakui Anak Kandung Denada Tambunan
Di sisi lain, Denada tetap menyimpan harapan suatu saat nanti hubungan tersebut bisa berubah secara alami. Dia ingin mendapatkan tempat sebagai ibu di hati Ressa tanpa tekanan.
Perjalanan emosional ini menjadi bukti bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi panjang. Bagi Denada, rasa sedih itu kini menjadi bagian dari proses memperbaiki hubungan dengan sang buah hati.
Meski belum sesuai harapan, Denada memilih untuk tetap hadir dan berusaha memperbaiki kedekatan dengan Ressa. Dia percaya waktu dan ketulusan akan membuka jalan untuk hubungan yang lebih hangat di masa depan.
Editor: Dani M Dahwilani