Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang, Ini Respons MPR
Advertisement . Scroll to see content

Deddy Corbuzier Ngamuk Tantang Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Adu Pintar di Podcast

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:45:00 WIB
Deddy Corbuzier Ngamuk Tantang Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Adu Pintar di Podcast
Deddy Corbuzier menantang juri LCC empat pilar MPR adu kepintaran secara langsung di Podcast. (Foto: Instagram Deddy Corbuzier)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Kalimantan terus menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari Deddy Corbuzier yang menyinggung kontroversi penilaian juri dalam lomba tersebut.

Dalam unggahan video terbaru di akun Instagram pribadinya, Deddy menyoroti keputusan juri yang dinilai tidak objektif saat memberikan penilaian terhadap jawaban peserta. Peristiwa itu viral setelah dua regu memberikan jawaban yang sama, tetapi mendapatkan penilaian berbeda dari juri.

Awalnya, Deddy mengaku ingin mengundang salah satu pihak yang terlibat dalam polemik tersebut. Namun dia belum menjelaskan secara rinci siapa sosok yang dimaksud.

“Itu kasus cerdas cermat itu, tahu kan? Pengen gua undang, pengen gua undang coba datang, kita bahas,” kata Deddy dikutip Kamis (14/5/2026).

Menjelang akhir video, Deddy akhirnya mengungkap pihak yang ingin dia undang ke podcast miliknya. Dia menantang juri LCC tersebut untuk adu kepintaran secara langsung.

“Karena gini loh, gak usah so pinter lah, gak usah so ternyata pinter, gak usah so pinter. Adu pinter sama gue di podcast, adu pinter. Pengen gua undang jurinya,” ujarnya.

Sebelumnya, video final LCC Empat Pilar MPR RI itu viral di media sosial setelah terjadi perdebatan antara peserta dan juri. Saat itu, regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait lembaga yang dipertimbangkan DPR saat membentuk anggota BPK.

Namun, juri memberikan nilai minus lima yang berarti jawaban tersebut dianggap salah. Setelah itu, regu B diberi kesempatan menjawab dan mendapatkan nilai plus 10, meski jawaban yang diberikan disebut sama dengan jawaban regu C.

Salah satu siswa dari regu C kemudian membantah keputusan tersebut. Dia menilai jawaban timnya identik dengan jawaban regu B yang justru dinyatakan benar oleh juri.

Kejadian itu langsung memicu perdebatan di media sosial dan menuai kritik dari banyak pihak yang mempertanyakan objektivitas penilaian dalam lomba tersebut.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut