Cerita Chua Kotak Melayat ke Rumah Duka Vidi Aldiano, Banjir Air Mata
JAKARTA, iNews.id - Musisi Chua Kotak melayat ke rumah duka Vidi Aldiano. Di momen mengharukan itu, dia bersaksi bahwa Vidi maupun keluarganya adalah orang-orang baik.
Bukan tanpa alasan, menurut Chua Kotak, keluarga Vidi Aldiano adalah definisi orang baik walau dia belum pernah mengenal sebelumnya. Namun, itu tergambar dari bagaimana pihak keluarga menyambut para pelayat yang ingin menyampaikan pesan terakhir untuk Vidi.
Seperti apa cerita Chua Kotak datang melayat ke rumah Vidi Aldiano pada Minggu dini hari, 8 Maret 2026? Simak ulasan selengkapnya hanya di berita ini.
Chua bercerita, tepat pukul 01.00 dini hari, Minggu 8 Maret 2026, dia sampai di rumahnya, baru saja pulang dari melayat di rumah almarhum Vidi Aldiano.
Berduka Atas Kepergian Vidi Aldiano, Agnez Mo: Sekarang Lu Udah Ga Sakit Lagi Vid
"Masyaallah, rasanya ingin sekali berbagi cerita ini. Semua orang pasti setuju, almarhum Vidi Aldiano terkenal sebagai 'duta persahabatan'. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat, sangat, sangat baik," kata Chua.
Dan momen melayat ini adalah momen pertama kalinya dia bertemu langsung dengan keluarga almarhum. "Dan masyaallah, pantas saja Vidi begitu baik. Keluarganya pun sangat baik. Baik banget," katanya.
Video Vidi Aldiano Meninggal di Usia 35 Tahun setelah Berjuang Panjang Melawan Kanker Ginjal
Chua melanjutkan, "Pernah gak sih kalian bertemu seseorang, tapi hati kalian langsung tahu, 'Ini orang baik'. Begitulah yang saya rasakan."
Bassis Kotak Band itu menjelaskan, dia hanya mengenal Vidi Aldiano, itu pun karena sesama musisi. Tapi untuk keluarga Vidi, baru kenal, ya, saat melayat ini.
Di lantai bawah, Chua bertemu dengan adik Vidi, Vadi. Dia menyambut semua tamu yang datang, tanpa terkecuali.
"Tatapan matanya hangat, senyum matanya tulus. Kepada kami, saya, Tantri, dan Arda, dia mengucapkan terima kasih satu per satu, lalu mempersilahkan kami naik ke lantai atas. Cara bicaranya seperti kepada teman yang sudah lama dikenal. Seramah itu," tutur Chua.
"Lalu kami naik tangga dan bertemu dengan istri almarhum, Sheila Dara. Kami pun menyampaikan belasungkawa. Tatapannya juga sangat hangat saat menyambut salaman tangan kami, dengan senyum manisnya. Ia terlihat begitu tenang dan ramah," tambahnya.
Dia melanjutkan, "Jujur, malah kami yang hampir menangis karena berduka. Melihat Sheila setenang dan sekuat itu, membuat kami ikut berusaha tegar. Masa iya kami yang malah menangis, ya kan?".
Setelah itu, Chua, Tantri, dan Arda, dipersilakan masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan itu, ada jenazah Vidi Aldiano yang disampingnya duduk ibunda almarhum yang bergantian menyalami para tamu.
Tatapan ibunda Vidi, kata Chua, juga hangat. Sikapnya benar-benar seperti seorang ibu yang mengayomi anak-anaknya.
Ucapan terima kasih terus terucap dari mulutnya sambil tersenyum. Senyumannya sangat cantik dan manis. Saat bersalaman, tangannya juga mengusap-usap tangan dan pundak para tamu dengan lembut.
"Kami lalu mengirimkan doa di samping jenazah beberapa saat. Tamu datang silih berganti tanpa henti, dan perlakuan ibunda almarhum kepada semua teman dan sahabat Vidi sama, penuh kasih, seperti kepada anak-anaknya sendiri," ucap Chua.
"Ada yang datang sambil menangis memeluk beliau (ibu Vidi). Beliau justri mengusap-usap mereka untuk menenangkan. Baik sekali. Ucapan terima kasih tak pernah putus dari mulutnya kepada siapa pun yang datang," ungkapnya.
Dan setelah itu, Chua pun meminta izin untuk pamit, salah satunya juga ke ayah Vidi, Harry Kis.
Saat berpamitan, lagi dan lagi kami disambut dengan senyum yang sangat manis. Senyum tulus yang sampai menyipit, dengan garis di sudut matanya. Senyum yang hangat sekali.
"Oh iya, malam itu hujan deras sekali. Bahkan sampai sekarang pun masih hujan deras. Tahu tidak apa yang pertama kali dikatakan ayahnya Vidi saat kami pamit? Selain mengucap terima kasih, beliau justru mengusap lengan baju kami, seperti ingin memastikan apakah kami basah atau tidak. Lalu beliau berkata, 'Kalian gak basah kan? Jangan sampai kehujanan, ya'. Ah manis sekali," tutur Chua.
"Padahal beliau tidak mengenal kami, tapi kehangatan itu diberikan kepada semua tamu yang datang. Benar-benar memastikan kami tidak kebasahan. Saat kami turun tangga untuk pulang, kami bertemu lagi dengan Vadi. Dia pun berkata, 'Jangan kehujanan, ya'. Ya Allah, sebaik itu semuanya. Satu keluarga," tambahnya.
Dari pengalaman melayat ke rumah duka Vidi Aldiano itu, Chua menarik kesimpulan bahwa pantas saja banyak orang bersaksi betapa baiknya almarhum Vidi Aldiano, keluarganya pun sebaik itu.
"MasyaAllah kami bahkan merasa iri, dalam arti haru, melihat tamu yang tidak berhenti datang bergantian dari berbagai kalangan. Padahal saat itu sudah lewat pukul 12 malam. Jalanan masih macet oleh mobil yang datang silih berganti. Dan beliau berpulang di bulan suci Ramadhan. MasyaAllah," ungkap Chua.
Sebagai informasi, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Di sisa hidupnya, Vidi selalu menebarkan kebaikan, cinta kasih, dan perjuangan tanpa lelah melawan kanker yang diderita.
Editor: Muhammad Sukardi