Bupati Trenggalek Berhutang Budi kepada Didi Kempot, Kampanye Bawakan Sekonyong Konyong Koder
JAKARTA, iNews.id - Kepergian maestro musik Tanah Air, Didi Kempot merupakan berita memilukan bagi pencinta musik dalam negeri. Salah satu tokoh yang merasakannya adalah Bupati Trenggalek M Nur Arifin. Dia mengaku berhutang budi pada sosok satu ini.
Pasalnya ketika dia berkampanye sebagai Wakil Bupati Trenggalek pada 2016 lalu, lagu yang selalu dinyanyikan saat itu merupakan karya Didi Kempot yang berjudul ‘Sekonyong Konyong Koder’.
“Jadi kalau boleh jujur, sebenarnya kepilih menjadi Wakil Bupati mungkin karena Mas Didi. Hampir semua kampanye saat itu, kita menyanyikan lagu Mas Didi Kempot. Jadi, kita merayu warga Trenggalek dengan Sekonyong Konyong Koder, makanya ini banyak hutang budi,” ujarnya ketika melakukan teleconference dalam acara Konser Tombo Kangen In Memoriam Didi Kempot, Ngawi, Jawa Timur, Senin (25/5/2020).
Bahkan saking berhutang budinya, dia sangat ingin mengundang Lord Didi, panggilan akrabnya dari para penggemar untuk manggung. Namun niat ini belum terlaksana, sebab dia dipanggil Tuhan pada 5 Mei 2020.
Pada kesempatan sama, dia bercerita bila sang istri yang mendapati kabar duka ini langsung menunjukkan kesedihannya sekaligus penyesalannya kepada Arifin karena belum sempat mengundang Didi manggung di Trenggalek.
“Istri saya, ketika dapat kabar meninggal dunianya Mas Didi bilang, ‘Sudah dibilangi untuk undang dan pesen dari lama.’ Terus saya katakan pada istri saya kalau memang waktunya penuh,” ujarnya.
Kepergian “The Godfather of Broken Heart” ini menyimpan luka sangat dalam. Bahkan saat ini, makam mendiang Didi masih ramai dikunjungi peziarah. DIa berpesan bila ada baiknya sebagian uang hasil donasi ini digunakan untuk pemugaran makam.
Niat ini disambut baik oleh istri sang maestro musik, Saputri yang mengungkapkan akan memanfaatkan sekitar 30 persen sumbangan untuk keperluan makam dan sisanya membantu korban corona di Indonesia.
Editor: Tuty Ocktaviany