Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan
Advertisement . Scroll to see content

Big Menswear Naik Kelas! Cargo Pants Jadi Simbol Fashion Pria yang Lebih Inklusif

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:19:00 WIB
Big Menswear Naik Kelas! Cargo Pants Jadi Simbol Fashion Pria yang Lebih Inklusif
Fashion inklusif semakin marak. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama bertahun-tahun, pembahasan mengenai fashioninklusif lebih banyak berfokus pada kebutuhan perempuan. Padahal, banyak pria Indonesia juga menghadapi tantangan serupa, terutama saat mencari pakaian yang benar-benar sesuai dengan bentuk tubuh.

Persoalan ini paling sering ditemui pada kategori celana. Jika atasan masih menawarkan banyak pilihan model dan ukuran, menemukan celana yang nyaman bagi pria bertubuh besar atau tinggi kerap menjadi pekerjaan rumah tersendiri. 

Tidak sedikit yang akhirnya harus membeli ukuran yang kurang pas atau bahkan memesan secara khusus demi mendapatkan kenyamanan yang dibutuhkan. Kondisi tersebut perlahan mulai berubah. 

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya representasi berbagai bentuk tubuh dalam industri fashion mendorong hadirnya lebih banyak pilihan big menswear. Salah satu kategori yang kini menjadi sorotan adalah cargo pants, model celana yang menggabungkan fungsi, kenyamanan, dan gaya dalam satu desain.

Menurut Kynan, owner brand menswear lokal Matador, kebutuhan akan celana berukuran besar sebenarnya sudah lama ada, tetapi belum banyak mendapat perhatian dari industri fashion.

"Kami hadir untuk menjawab kebutuhan pria yang selama ini kurang terlayani oleh industri fashion, khususnya dalam hal ukuran, kenyamanan, dan kualitas produk," ujar Kynan, dikutip Jumat (19/6/2026).

Pria yang akrab disapa Ken itu menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun pihaknya menemukan pola keluhan yang hampir sama dari pelanggan. Banyak pria kesulitan mendapatkan celana yang benar-benar sesuai dengan proporsi tubuh mereka.

"Kalau atasan masih banyak alternatifnya. Ada kaos, polo, kemeja, atau jaket. Tapi kalau celana, ketika tidak menemukan ukuran yang sesuai, konsumen tidak punya banyak pilihan lain," katanya.

Menurut Ken, persoalan yang dihadapi konsumen bukan hanya soal ukuran pinggang. Banyak pria mengeluhkan paha yang terlalu sempit, panjang celana yang kurang proporsional, hingga area pesak dan selangkangan yang tidak nyaman saat digunakan beraktivitas.

"Banyak pelanggan datang dengan masalah yang sama. Mereka kesulitan menemukan celana yang pas, nyaman dipakai, dan tetap memiliki desain yang modern. Akhirnya mereka terpaksa membeli produk yang sebenarnya tidak nyaman karena tidak ada pilihan lain," ujarnya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsep fashion inklusif tidak sekadar menghadirkan ukuran yang lebih besar. Industri juga dituntut memahami perbedaan proporsi tubuh dan kebutuhan setiap konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini mulai terlihat pada perkembangan segmen big menswear. Brand-brand yang bermain di kategori tersebut tidak lagi hanya memperbesar ukuran standar, tetapi juga menyesuaikan pola berdasarkan bentuk tubuh pengguna.

Di saat yang sama, cargo pants kembali mendapatkan tempat di tengah gaya hidup pria modern. Siluet yang santai dipadukan dengan kantong multifungsi membuat model ini dinilai relevan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berkendara, hingga bepergian.

Tak hanya menawarkan estetika yang kasual, cargo pants juga menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan pakaian fungsional. Berbagai kompartemen tambahan memungkinkan pengguna membawa telepon genggam, dompet, kunci kendaraan, hingga perlengkapan harian lainnya dengan lebih praktis.

"Kami tidak hanya menjual celana. Kami ingin menghadirkan produk yang fungsional, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pria modern," kata Ken.

Selain desain, material menjadi aspek penting yang turut menentukan kenyamanan. Penggunaan bahan katun dengan sirkulasi udara yang baik masih menjadi pilihan utama karena dinilai cocok untuk iklim tropis dan aktivitas harian yang padat.

Perkembangan segmen big menswear juga membuka peluang baru bagi industri fashion nasional. Pasalnya, masih banyak konsumen yang selama ini belum menemukan produk siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ken bahkan menceritakan pengalaman seorang pelanggan @itsmatadorstore dengan berat badan lebih dari 180 kilogram yang selama bertahun-tahun harus menjahit celananya secara khusus karena tidak menemukan ukuran yang pas di pasaran.

"Ketika mencoba ukuran 9XL, ternyata langsung pas. Itu menunjukkan bahwa masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terlayani oleh industri fashion," tuturnya.

Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan fashion bukan semata soal mengikuti tren. Bagi banyak orang, menemukan pakaian yang pas dan nyaman juga berkaitan dengan rasa percaya diri serta pengalaman berpakaian yang lebih baik.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut