Ashanty Ngaku Stres Berat saat Ujian S3, Sempat Blank di Depan 10 Penguji
JAKARTA, iNews.id - Ashanty resmi menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Airlangga. Setelah dinyatakan lulus S3, dia mengaku perjalanan menempuh pendidikan tersebut penuh tekanan hingga sempat membuatnya stres berat.
Istri Anang Hermansyah itu menceritakan momen paling berat terjadi saat menjalani ujian tertutup. Dalam sesi tersebut, dia harus menghadapi 10 penguji sekaligus selama dua jam penuh.
“Kalau lebih gila stresnya itu pas ujian tertutup, karena itu gila dua jam itu aku di-wow. Ujian tertutup itu sama 10 penguji,” kata Ashanty.
Menurutnya, ujian tersebut dipenuhi revisi dan pertanyaan teori yang membuat mentalnya sempat jatuh. Bahkan Ashanty mengaku nyaris menyerah karena tekanan yang begitu besar selama proses doktoral berlangsung.
Sementara itu, saat menjalani ujian terbuka, Ashanty justru merasa lebih gugup karena harus tampil di depan sekitar 150 orang termasuk penguji tamu dan para guru besar. Namun dia bersyukur dapat melewati proses tersebut dengan lancar.
“Ada momen manusia bisa blank, tapi Allah baik banget, aku ngerasa lancar menjawab jadi mereka juga ngerasa ya layak lah,” ujarnya.
Ashanty juga mengaku sempat kehilangan fokus ketika suasana ujian terasa sangat menegangkan. Adanya musik pengiring dan banyaknya guru besar di ruangan membuat dirinya semakin gugup.
Meski begitu, dia mencoba menenangkan diri dengan terus membaca doa dan zikir hingga akhirnya mampu menguasai situasi selama ujian berlangsung.
“Aku baca doa, zikir terus. Begitu mulai banyak yang lain-lain nanya, aku udah merasa menguasai panggung,” ucapnya.
Kini setelah resmi menyandang gelar doktor, Ashanty mengaku sudah mendapat tawaran mengajar di beberapa kampus di Solo dan Jakarta. Namun dia memilih memulai dengan mengajar mahasiswa semester awal karena belum percaya diri mengajar tingkat lanjut.
“Insyaallah habis wisuda Juni, Juli aku udah disuruh ngajar di Solo terus di Jakarta. Tapi aku bilang ngajarnya anak semester satu dulu ya,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani