Apa Kabar Euis Darliah, Lady Rocker 1980-an Tinggalkan Dunia Hiburan Pindah ke Swedia
JAKARTA, iNews.id - Bagi Anda yang mengenang era 1980-an terdapat nama lady rocker terkenal di eranya, Euis Darliah. Lama menghilang dia akhirnya muncul di dunia maya menyapa penggemar yang merindukannya.
Euis pun mengungkapkan penyebab dirinya memutuskan pindah ke Swedia meninggalkan industri hiburan di Tanah Air. Keputusan itu dibuat saat dia menikah dengan mantan suaminya yang merupakan orang Swedia.
Perempuan asal Cimahi tersebut memilih pindah ke luar negeri ketika dirinya berada di puncak karier. Demi menjadi seorang istri, pelantun lagu ‘Apanya Dong’ tersebut rela meninggalkan keluarga dan tinggal di kawasan Skandinavia bersama sang suami.
“Sebetulnya berat euy, berat pisan untuk memutuskan keluarga, ibu, bapak, sanak saudara. Terus juga karier, lalu saya menikah dengan bekas suami saya, orang Swedia,” ujar Euis, seperti dikutip dari kanal YouTube Keluarga Sutisna di Swedia, Kamis (27/5/2021).
Lucinta Luna dan Pacar Bulenya Lakukan Maternity Shoot, Netizen: Calon Ayah dan Bapak
Tak sendiri, Euis juga memboyong anaknya dari pernikahan sebelumnya. “Saya bawa anak saya juga. Saya bilang, ‘kamu mencintai saya?’ ‘Iya’. ‘Kamu mencintai anak saya?’ ‘Betul’. ‘Oke let’s go’. Itu menjadi dorongan (pindah ke Swedia),” katanya.
Saat itu, kepindahannya ke Swedia ramai diulas media-media besar di Indonesia. Pertentangan juga sempat datang dari keluarga.
Nagita Slavina Pergi ke Warung Pakai Mobil Golf, Netizen: Nitip Tomat Satu Teh Gigi
“Pas mau ke sini (Swedia), Mama teh bilang, ‘kamu musti pikir seribu kali, kamu ninggalin kami, kamu ninggalin karier?’” kata Euis mengenang masa-masa itu.
Euis juga mengungkapkan tidak mudah beradaptasi dan tinggal di negeri orang. Apalagi dia tidak meneruskan karier menyanyinya. Perempuan yang kini berusia 64 tahun itu justru sempat memutuskan bekerja di restoran untuk memperlancar bahasa Swedia.
“Saya sekolah lagi (untuk belajar bahasa Swedia), sekolah selama enam bulan satu tahun. Sekolah dan bekerja di restoran untuk mengasah,” terangnya. “Pertama enggak berhasil, tapi enggak apa-apa yang penting berani dulu,” kata Euis.
Editor: Elvira Anna