Ahmad Dhani Sindir Keras Netizen yang Hobi Komentar Jahat, Bahas soal IQ Rendah!
JAKARTA, iNews.id - Musisi sekaligus anggota DPR Ahmad Dhani kembali melontarkan pernyataan pedas terkait perilaku netizen di media sosial. Kali ini, dia secara terang-terangan menyindir warganet yang gemar melontarkan komentar jahat dengan menyebutnya memiliki tingkat kecerdasan rendah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Dhani saat menanggapi maraknya hujatan yang kerap diarahkan kepada dirinya dan keluarga, termasuk putrinya, Safeea Ahmad. Menurutnya, fenomena komentar negatif tak lepas dari kualitas pendidikan dan pola pikir sebagian pengguna media sosial.
"Netizen itu macam-macam. Ada yang beradab, ada juga yang tidak. Kalau ada yang jahat atau komentarnya tidak masuk akal, ya itu mencerminkan tingkat pendidikannya," ujar Dhani di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Tak berhenti di situ, Dhani bahkan menyinggung soal tingkat IQ sebagai salah satu faktor yang memicu munculnya komentar tidak berdasar. Dia menilai, rendahnya kemampuan berpikir kritis membuat sebagian netizen mudah melontarkan opini negatif tanpa pertimbangan.
Curhat Ahmad Dhani setelah Akun Instagram Kena Hack: Saya Dimarahin Keluarga
"Kita tidak bisa membuat netizen menjadi ber-IQ normal. Ya, seperti kita tahu Indonesia kan ratingnya agak ke bawah soal IQ, jadi, ya, kita harus maklum," tegas Dhani.
Bagi pentolan Dewa 19 tersebut, serangan di dunia maya merupakan konsekuensi dari kehidupan sebagai figur publik. Meski begitu, dia memilih untuk tidak ambil pusing dan justru menjadikannya sebagai bagian dari dinamika sosial.
Akun Disita Mulan Jameela, Ahmad Dhani Ngaku Dimarahi Keluarga Gegara Postingannya Bikin Gaduh
Dhani pun mengaku sudah terbiasa menghadapi berbagai bentuk hujatan selama puluhan tahun berkarier di industri hiburan. Dia menilai, sikap mental yang kuat menjadi kunci untuk bertahan di tengah derasnya opini negatif di dunia digital.
"Selama ini saya anggap itu biasa saja. Namanya juga ruang publik, pasti ada yang pro dan kontra," katanya.
Editor: Muhammad Sukardi