4 Lagu Populer Ernie Djohan, Penyanyi International
JAKARTA, iNews.id - Ernie Djohan adalah penyanyi dan aktris Tanah Air yang populer di era 1960 hingga 1980-an. Dia menorehkan banyak prestasi selama berkarier di bidang tarik suara.
Salah satunya pada 1986, Ernie sukses menjadi penyanyi Indonesia pertama yang go internasional. Dia dikontrak rekaman di luar negeri Phillips Recording Holland dan diajak keliling Eropa untuk promosi.
Sudah dikenal hingga mancanegara, Ernie juga terus menghadirkan karya yang digemari masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan menjadi lagu yang terkenang sepanjang masa.
Berikut ini iNews.id rangkumkan 4 lagu populer Ernie.
Satgas Covid-19 : WNA dan WNI Masuk Indonesia Wajib Sudah Vaksinasi
1. Teluk Bayur
'Selamat tinggal teluk bayur permai...Daku pergi jauh ke negeri seberang', itulah penggalan lagu Teluk Bayur yang dipopulerkan Ernie Djohan. Lagu inilah yang mengantarkan sang penyanyi ke puncak kejayaan.
Ernie menjadi penyanyi pertama Indonesia yang menerima piringan emas dari Remaco Records lewat lagu ini. Teluk Bayur memecahkan penjualan album terlaris pada 1965-1966.
2. Kau Selalu Dihatiku
Lagu cinta dengan irama yang sendu dan lembut menjadi ciri khas lagu Kau Selalu Dihatiku. Semuanya makin sempurna dengan perpaduan karakter suara Ernie Djohan.
Lagu Kau Selalu Dihatiku cocok menggambarkan perasaan seseorang yang sedang kasmaran. Tak heran jika lagu ciptaan Wedhasmara ini menjadi favorit masyarakat di era 1960-an.
3. Senja di Batas Kota
Perasaan galau karena teringat mantan kekasih bisa terwakilkan lewat lagu Ernie bertajuk Senja di Batas Kota. Iringan lagu dan suara lembut Ernie pasti mampu membawa pendengarnya terbawa perasaan.
Kepopuleran Senja di Batas Kota pun tak mudah tergerus zaman. Penyanyi Rani merilis ulang lagu itu dengan versinya pada 1996, disusul oleh Yuni Shara pada 1999.
4. Mutiara yang Hilang
Remaja era 1970-an pasti akrab dengan lagu bertema cinta yang satu ini. Mutiara yang Hilang dibawakan dengan manis lewat suara merdu Ernie Djohan.
Dengan iringan lagu mendayu-dayu, para penikmat diajak membayangkan romansa percintaan indah, yakni ketika menemukan sosok cinta sejati.
Editor: Dyah Ayu Pamela