Pengertian Haji Qiran dan Cara Pelaksanaannya Lengkap
JAKARTA, iNews.id - Haji qiran dan cara pelaksanaannya menarik untuk diulas. Apalagi, terdapat tiga jenis haji, yakni qiran, tamattu dan ifrad. Berikut informasinya lengkap terkait pengertian dan cara melaksanakannya.
Melansir Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kementerian Agama Tahun 2023, haji qiran merupakan proses haji dan umrah dalam satu niat serta satu pekerjaan sekaligus. Haji qiran dapat dipilih karena suatu hal, misalnya jemaah tidak bisa melaksanakan umrah, baik sebelum atau sesudah haji.
Selain itu, haji qiran dilakukan oleh jemaah haji yang waktu tinggalnya terbatas di Makkah. Adapun cara pelaksanaan haji qiran adalah berikut ini.
Niat Haji Qiran
Haji Tamattu adalah? Begini Syarat, Tata Cara, dan Niatnya
a. Bersuci dengan cara mandi dan berwudhu.
b. Menggunakan pakaian ihram.
c. Melakukan salat sunat ihram dua rakaat.
d. Niat ihram haji dan ihram umrah. Jemaah haji gelombang I, niat dilakukan dari miqat di Abyar Ali. Sementara gelombang II, niat dari dalam pesawat sebelum melintas Yalamlam atau di Bandara KAIA Jeddah.
e. Jemaah haji dengan kondisi lemah dan sakit dianjurkan niat ihram dengan isytirat.
Apa Itu Haji Qiran? Berikut Penjelasan, Niat, Syarat, dan Tata Caranya
Kegiatan di Makkah
a. Saat tiba di Makkah, jemaah yang mengerjakan haji qiran disunahkan melakukan tawaf qudum.
b. Tawaf qudum bukan tawaf umrah dan tawaf haji. Selanjutnya boleh diikuti dengan sa’i atau tidak. Apabila diikuti sa’i, maka sa’i yang dilakukan termasuk sa’i haji. Pada saat melakukan thawaf ifadah, tidak perlu melaksanakan sa’i lagi
c. Apabila setelah melaksanakan thawaf qudum jemaah melanjutkannya dengan melakukan sa’i, maka jemaah tidak mengakhiri sa’i dengan memotong rambut. Memotong rambut dilaksanakan setelah wukuf serta datang di Mina setelah atau sebelum melontar jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.
d. Ibadah zikir, doa haji qiran dilakukan sejak dari wukuf hingga selesai pelaksanaan haji tamattu.
e. Saat jemaah melakukan tawaf ifadah, ia harus melaksanakan sa’i apabila waktu tawaf qudum belum melakukan sa'i.
f. Saat akan meninggalkan Makkah, jemaah wajib melaksanakan tawaf wada.
Mengubah Niat
Mengubah niat dari haji qiran menjadi tamattu hukumnya diperbolehkan. Namun ia dikenakan dam nusuk. serta dam mengubah niat. Sementara, niat dari qiran ke ifrad hukumnya boleh, namun cara ini dikenakan dam lantaran mengubah niat, tanpa perlu kembali ke miqat.
Editor: Puti Aini Yasmin