Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Doa Melihat Bulan Purnama Dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Advertisement . Scroll to see content

Kriteria Pemimpin yang Ideal Dalam Islam Beserta Dalil Naqlinya

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:40:00 WIB
Kriteria Pemimpin yang Ideal Dalam Islam Beserta Dalil Naqlinya
Kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam adalah bersikap amanah dan adil. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Seorang pemimpin dalam pandangan Islam hakikatnya adalah pelayan bagi rakyat yang dipimpinnya dengan penuh rasa cinta dan keikhlasan. Lalu, bagaimana kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam? Berikut penjelasannya beserta dalil naqlinya.

Menjadi pemimpin mungkin dambaan tiap orang. Namun, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin jika tidak memenuhi kriteria yang ideal.

Dalam Islam dianjurkan seorang pemimpin harus memiliki iman dan amal shaleh, dan batang tubuh tiap-tiap pemimpin yang sehat, dan berkepemimpinan mendapat keridhoan Allah Swt. Kepemimpinan tidak akan terlepas dari tanggung jawab terhadap amanah yang telah dipercayakan. 

Dalil naqli pemimpin yang ideal dan perintah mematuhinya termaktub dalam Al Quran, Surat An Nisa Ayat 59.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An Nisa Ayat 59)

Adapun dalil naqli mengenai tiap orang adalah pemimpin disebutkan dalam hadits berikut.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: Dari Abdullah bin Umar radliallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "ketahuilah Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang di pimpin, penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari) [No. 7138 Fathul Bari ] Shahih.

Dikutip dari uinsu.ac.id. dalam pandangan Islam tidak jauh berbeda dengan model kepemimpinan pada umumnya karena prinsip-prinsip dan sistem-sistem yang digunakan terdapat beberapa kesamaan. 

Kepemimpinan dalam Islam pertama kali dicontohkan oleh Rasulullah Saw, kepemimpinannya tidak bisa dipisahkan dengan fungsi kehadirannya sebagai pemimpin spritual masyarakat. Prinsip dasar kepemimpinan Nabi SAW adalah keteladanan. 

Dalam kepemimpinannya mengutamakan uswatun hasanah yaitu pemberian contoh kepada para sahabat dan masyarakat yang dipimpin. Rasulullah SAW memang mempunyai kepribadian yang sangat agung hal ini seperti yang digambarkan dalam al-qur’anbahwa nabi Muhammad Saw memiliki akhlak yang agung.

Hal ini menunjukkan Rasulullah Saw mempunyai kelebihan yaitu akhlak yang mulia, sehingga dalam hal memimpin dan memberikan keteladanan tidak lagi diragukan. Kepemimpinan Rasulullah Saw tidak dapat ditiru sepenuhnya, namun setidaknya sebagai umat Islam harus berusaha meneladani kepemimpinannya.

Dalam menyatukan dan memajukan keberagaman kehidupan umat Islam, maka harus dapat menggambarkan karakter pemimpin yang dikehendaki. Karakter kepemimpinan merupakan suatu hal yang tak terpisahkan dengan keadaan dan lingkungan masyarakat yang dipimpinnya.

Keberhasilan dan tidaknya seorang pemimpin dalam menjalankan amanah yang dibebankan kepadanya tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, akan tetapi kemampuan yang mampu mendaya gerakkan orang lain untuk bekerja dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicapai. 

Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ahzab Ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21) 

Berikut 13 kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam:

1. Sidiq atau jujur 

Mungkin aspek ini menjadi yang paling dicari oleh masyarakat karena saat ini banyak pejabat yang terjerat kasus korupsi sehingga menyengsarakan masyarakat. Namun jujur dalam Islam lebih luas lagi yakni menjalankan semua tugas secara terbuka tanpa kecurangan. 

2. Amanah 

Pemimpin harus memiliki tanggung jawab dan bertanggung jawab tak hanya pada rakyat tapi juga kepada Allah SWT. 

3. Fatonah yakni cerdas. 

Cerdas tidak hanya berurusan dengan masalah intelektual tapi juga handal dan taktis dalam menghadapi persialan. Dia juga harus mengakomodir semua lapisan masyarakat termasuk penghasut. 

4. Tabligh 

Tabligh bisa dikatakan sebagai komunikasi yang jujur, bertanggung jawab, dan transparan. Sifat ini bisa dikatakan menutupi atau melindungi kesalahan.

5. Adil 

Islam berkeyakinan bahwa dunia tidak akan menjadi aman, tentram, damai, dan makmur. Apabila keadilan tidak merata dalam hubungan-hubungan kemanusiaan disegala bidang. 

6. Bijaksana 

Seorang pemimpin harus bersikap bijaksana dalam menyelesaikan masalah, menghadapi aneka persoalan dan pendapat di kalangan masyarakat.

7. Berpandangan luas serta tidak fanatik golongan 

Seorang pemimpin yang berpandangan luas dapat mempertemukan pendapat yang berbeda dan mampu memberi jalan keluar saat masalah terjadi serta memberikan harapan yang terbaik untuk masyarakat, agarmasing-masing merasa puas dengan pendapatnya itu. 

8. Wibawa dan disegani oleh semua golongan 

Kepatuhan yang ditunjukkan oleh umat yang menjadi pengikutnya adalah karena kewibawaannya dalam memimpin umat. Kewibawaan timbul karena pemimpin tadi memiliki kekuatan moral dan ilmu pengetahuan yang jelas. 

Kewibawaan pada seorang pemimpin tercermin dalam akhlaknya ia selalu memiliki sikap adil akan semua golongan. Sikap toleran atas perbedaan pendapat senantiasa nampak dalam tingkah lakunya. 

9. Lebih mementingkan kepentingan umat dari pada kepentingan golongan 

Sebagai pemimpin umat, ia harus bisa merumuskan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan.Hendaknya disadari bahwa tumbuhnya kekuatan adalah lahir atas dasar kebersamaan. 

10. Rendah Hati

Pada hakikatnya kedudukan pemimpin itu tidak berbeda dengan kedudukan rakyatnya. Ia bukan orang yang harus terus diistimewakan. 

11. Terbuka Untuk Dikritik
Seorang pemimpin haruslah menanggapi aspirasi-aspirasi rakyat dan terbuka untuk menerima kritik-kritik sehat yang membangun dan konstruktif. 

12. Bersikap Demokratis

Demokrasi merupakan "alat" untuk membentuk masyarakat yang madani, dengan prinsip-prinsip segala sesuatunya dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. 

Dalam hal ini pemimpin tidak sembarang memutuskan sebelum adanya musyawarah yang mufakat. Sebab dengan keterlibatan rakyat terhadap pemimpinnya dari sebuah kesepakatan bersama akan memberikan kepuasan, sehingga apa pun yang akan terjadi baik buruknya bisa ditanggung bersama-sama.

13. Berbakti dan Mengabdi kepada Allah Swt

Dalam hidup ini segala sesuatunya takkan terlepas dari pantauan Allah Swt, manusia bisa berusaha semampunya dan sehebathebatnya namun yang menentukannya adalah tetap Allah Swt.

Hubungan seorang pemimpin dengan Tuhannya tak kalah pentingnya; yaitu dengan berbakti dan mengabdi kepada Allah Swt. Semua ini dalam rangka memohon pertolongan dan rida Allah Swt. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut