Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026 tentang Keutamaan Bulan Syaban
Advertisement . Scroll to see content

Keutamaan Bulan Syaban yang Sering Dilupakan, Ini Keistimewaan yang Tak Ada di Bulan Lain

Senin, 27 Februari 2023 - 14:41:00 WIB
Keutamaan Bulan Syaban yang Sering Dilupakan, Ini Keistimewaan yang Tak Ada di Bulan Lain
Keutamaan bulan Syaban (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Inilah keutamaan bulan Syaban dan keistimewaan yang hanya ada di dalamnya. Syaban adalah bulan penyambut datangnya Ramadhan yang memiliki banyak keutamaan.

Meski tidak termasuk dalam empat bulan haram di dalam Islam, bulan Syaban tetap dianggap istimewa hingga Rasulullah saja sering menjalankan ibadah puasa sunnah lebih banyak di bulan ini.

Sayangnya, Syaban sering kali menjadi bulan yang dilupakan. Hal itu karena letaknya berada di antara dua bulan yang istimewa yakni Rajab dan Ramadhan.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan inilah momentum yang tepat diangkatnya seluruh amal manusia.

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم -- حديث صحيح رواه أبو داود النسائي

"Bulan Sya'ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya'ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasa'i)

Keutamaan Bulan Sya'ban

Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah telah menjelaskan bahwa banyak orang yang melalaikan bulan. Karena itu, bulan yang sering dilalaikan tersebut memiliki keutamaan yang besar sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam hadits berikut:

“Beribadah di waktu haraj (banyak manusia lalai) pahalanya seperti berhijrah kepadaku” (H.R Muslim)

Besarnya keutamaan beribadah di bulan Syaban tidak lain karena banyaknya orang yang lalai atau mengabaikan keistimewaan di bulan tersebut. Menjalankan ibadah saat kebanyakan orang turut menjalankannya mungkin akan terasa mudah, tetapi bagaimana jika ibadah-ibadah itu dilakukan di saat banyak orang sedang lalai?

Oleh karena itu, ujian yang sesungguhnya justru salah satunya ada di bulan Syaban. Ketika tidak banyak orang yang melaksanakan atau melihat keistimewaannya, di situlah keimanan para Muslim akan diuji. Maka dari itu, memperbanyak ibadah kala orang sedang lalai adalah sebuah keutamaan yang besar.

Salah satu keistimewaan yang tidak ada di bulan lain adalah pada pertengahan yang umum disebut sebagai Nisfu Sya'ban. Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya'ban atau tanggal 15 Sya'ban.

Pada malam ini, disebutkan bahwa para malaikat pencatat amalan menyerahkan catatan amal manusia kepada Allah SWT. Pada malam Nishfu Sya'ban pula catatan-catatan amal manusia setiap tahun akan diganti dengan yang baru. 

Mengutip laman NU Online, Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Dikatakan bahwa malam ke-13 bulan Sya'ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sementara seluruh syafaat itu diberikan secara penuh pada malam ke-14.

Dengan demikian, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun pada malam ke-15. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban tersebut catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Bulannya Puasa Sunnah

Bulan Syaban adalah momentum yang tepat untuk memperbanyak puasa Sunnah. Bahkan, puasa di bulan Syaban adalah puasa terbaik setelah puasa bulan Ramadhan. Sebab, Nabi Muhammad berpuasa hampir satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunah. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam dalil-dalil syar’i berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain Aisyah berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Dari Ummu Salamah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

Itulah keutamaan bulan Syaban dan keistimewannya yang yang sering dilalaikan. Umat muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik di bulan Syaban termasuk bersalawat, berdzikir, sedekah, hingga membaca Al Quran. Wallahualam bissawab

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut