Hari Ini Ramadhan ke Berapa? Simak Ulasan Prediksi Lebaran 2026
JAKARTA, iNews.id - Hari ini Ramadhan ke berapa menjadi perbincangan umat Islam. Tidak terasa, Bulan Ramadhan 1447 H kini sudah memasuki fase 10 hari terakhir. Itu artinya, umat Islam akan kembali ditinggalkan bulan suci yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.
Karenanya, di sisa akhir Ramadhan ini, umat Islam dituntut untuk lebih mengencangkan ikat pinggang dengan menggencarkan ibadah agar meraih pahala berlipat dan ampunan-Nya.
Jika mengacu pada versi pemerintah dan NU yang memulai puasa pada 19 Februari 2026, maka 28 Februari 2026 bertepatan dengan puasa hari ke-25.
Sementara itu, menurut versi Muhammadiyah yang mengawali Ramadan pada 18 Februari 2026, maka 28 Februari 2026 merupakan puasa hari ke-26.
Bacaan Doa Ramadhan Hari ke-21: Teks Arab dan Artinya, Memohon Ridha Ilahi
Selisih satu hari ini menjadi konsekuensi dari perbedaan metode penetapan awal bulan hijriah. Kondisi serupa kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan sudah menjadi dinamika penanggalan Islam di Indonesia.
Dengan dua versi yang berlaku, masyarakat diimbau lebih teliti menyesuaikan hitungan sesuai pedoman masing-masing. Ketelitian penting agar tidak keliru dalam menentukan hari-hari penting Ramadan, termasuk menjelang malam Lailatul Qadar dan perhitungan akhir bulan.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat yang mengombinasikan metode hisab atau perhitungan astronomi dengan rukyatul hilal, yakni pemantauan langsung bulan sabit di berbagai lokasi.
Untuk menjawab pertanyaan puasa hari ke berapa saat ini, berikut kalender Ramadan 1447 H berdasarkan versi pemerintah:
1 Ramadan: Kamis, 19 Februari 2026
2 Ramadan: Jumat, 20 Februari 2026
3 Ramadan: Sabtu, 21 Februari 2026
4 Ramadan: Minggu, 22 Februari 2026
5 Ramadan: Senin, 23 Februari 2026
6 Ramadan: Selasa, 24 Februari 2026
7 Ramadan: Rabu, 25 Februari 2026
8 Ramadan: Kamis, 26 Februari 2026
9 Ramadan: Jumat, 27 Februari 2026
10 Ramadan: Sabtu, 28 Februari 2026
11 Ramadan: Minggu, 1 Maret 2026
12 Ramadan: Senin, 2 Maret 2026
13 Ramadan: Selasa, 3 Maret 2026
14 Ramadan: Rabu, 4 Maret 2026
15 Ramadan: Kamis, 5 Maret 2026
16 Ramadan: Jumat, 6 Maret 2026
17 Ramadan: Sabtu, 7 Maret 2026
18 Ramadan: Minggu, 8 Maret 2026
19 Ramadan: Senin, 9 Maret 2026
20 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2026
21 Ramadan: Rabu, 11 Maret 2026
22 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2026
23 Ramadan: Jumat, 13 Maret 2026
24 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2026
25 Ramadan: Minggu, 15 Maret 2026
26 Ramadan: Senin, 16 Maret 2026
27 Ramadan: Selasa, 17 Maret 2026
28 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2026
29 Ramadan: Kamis, 19 Maret 2026
30 Ramadan (perkiraan): Jumat, 20 Maret 2026.
Peneliti Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Thomas Djamaluddin menyebut ada potensi perbedaan Idul Fitri tahun ini.
Menurutnya, potensi perbedaan Lebaran 2026 terjadi antara hilal lokal dan global. Hilal lokal mengacu pada wilayah Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi rujukan pemerintah dalam pemantauan bulan baru atau rukyatul hilal. Sedangkan hilal global berlaku tanpa batasan geografis.
Artinya, kata dia, jika ada satu lokasi saja di negara yang memenuhi visibilitas hilal akan berlaku serentak. Hilal global tersebut menjadi pedoman PP Muhammadiyah.
Menurut Thomas, posisi hilal Syawal di Indonesia belum memenuhi kriteria baru MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat yang dipedomani pemerintah.
"Pada saat maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMAS, maka 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026," kata Thomas dikutip Rabu (4/3/2026).
Hal itu, kata Thomas, berbeda menurut kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), di mana posisi bulan telah memenuhi kriteria dan ijtimak terjadi sebelum fajar di Selandia Baru. Sehingga, sesuai kriteria KHGT, 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
Hal itu berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan bahwa Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026. Ketetapan PP Muhammadiyah itu melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Editor: Kastolani Marzuki