Dalil tentang Hisab dan Rukyat dalam Menentukan Awal Ramadhan 2026
JAKARTA, iNews.id - Dalil tentang hisab dan rukyat merupakan pijakan bagi umat Islam dalam penentuan awal bulan Hijriyah. termasuk di antaranya dalam penentuan awal puasa Ramadhan.
Tahun ini, Umat Islam di Indonesia kemungkinan kembali mengalami perbedaan dalam menjalankan awal puasa Ramadhan 2026 / 1447 H. Hal itu terjadi karena perbedaan metode dalam menentukan awal 1 Ramadhan yakni metode hisab dan rukyat.
Ustaz Ahmad Zarkasih Lc dalam bukunya Bekal Ramadhan menjelaskan, untuk menentukan awal Ramadhan, ulama menetapkan dengan dua cara yakni dengan metode Rukyat atau biasa dengan sebutan yang lebih lengkap rukyatul Hilal, juga dengan cara melengkapi bilangan Sya’ban menjadi 30 hari.
Metode hisab menggunakan perhitungan astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriyah dalam penanggalan Islam. Sedangkan rukyat mengandalkan pengamatan langsung atau observasi terhadap hilal atau bulan.
5 Doa Menyambut Bulan Ramadhan Lengkap Teks Arab dan Artinya
Metode hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam penentuan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah.
Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Saiyid Mahadlir menjelaskan, dalam dunia Islam istilah (terminologi) hisab sering digunakan dalam ilmu falak untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.
Karena posisi matahari menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu sholat. Sementara posisi bulan digunakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender hijriyah.
Dalil metode hisab:
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia seperti pelapah yang tua” (QS 36:39).
اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
Artinya: Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (QS. Ar Rahman: 5).