Dahsyat! Ini 5 Keutamaan Puasa Dzulhijjah bagi Umat Islam, Yuk Amalkan
JAKARTA, iNews.id - Keutamaan Puasa Dzulhijjah bagi umat Islam begitu dahsyat, salah satunya menjadi wasilah pembebas dari siksa api neraka serta lumbung pelipatgandaan pahala.
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, yang menandai dimulainya momen emas untuk memperbanyak amalan sunah. Sedangkan Hari Raya Idul Adha 1447 H sesuai sidang isbat jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Bulan Dzulhijjah adalah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah selain Muharram, Rajab, dan Dzulqa'dah. Rasulullah SAW bersabda:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Q dah, Zul Hijjah, dan Muharram; yang lainnya ialah Rajab Mudar, yang terletak di antara bulan Jumada (Jumadil Akhir) dan Sya’ban". (HR. Imam Bukhari).
Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan beberapa keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah di antaranya puasa Dzulhijjah. Puasa adalah ibadah spesial. Sampai-sampai para pelakunya diberi kesempatan untuk berdoa yang tak tertolak.
Dalil disunnahkannya puasa Dzulhijjah disebutkan dalam sejumlah hadits sebagai berikut. Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi صلى الله عليه وسلم , mereka berkata:
“Rasulullah SAW biasa berpuasa 9 hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa senin pertama dan juga hari kamis di setiap bulannya”. (HR. Abu Dawud).
Salah satu amalan paling dianjurkan terutama di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah sebelum Idul Adha adalah puasa sunnah yang dimulai dari tanggal 1-7 untuk Puasa Dzulhijjah. Sedangkan 8 Dzulhijjah merupakan puasa tarwiyah dan 9 Dzulhijjah puasa Arafah. Puasa Arafah yakni puasa sunnah yang dilakukan tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa sunnah ini akan jatuh pada tanggal 26 Mei 2026 atau sehari sebelum Idul Adha 14467H yang biasa bertepatan dengan waktu wukuf.
Puasa 1 Dzulhijjah : Senin, 18 Mei 2026
Puasa 2 Dzulhijjah : Selasa, 19 Mei 2026
Puasa 3 Dzulhijjah : Rabu, 20 Mei 2026
Puasa 4 Dzulhijjah, Kamis, 21 Mei 2026
Puasa 5 Dzulhijjah : Jumat, 22 Mei 2026
Puasa 6 Dzulhijjah : Sabtu, 23 Mei 2026
Puasa 7 Dzulhijjah : Minggu, 24 Mei 2026
Puasa 8 Dzulhijjah (Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
Puasa 9 Dzulhijjah (Arafah) : Selasa, 26 Mei 2026
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Arab-latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala.
نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى
Latin: Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta'aala
Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.
1. Pahala Dilipatgandakan
Keutamaan Puasa di Bulan Dzulhijjah pertama yakni memiliki nilai lebih dibandingkan berpuasa sunah di bulan yang lain karena pahalanya dilipatgandakan.
Sebagaimana ungkapan imam As-Syarwani:
أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ، ثُمَّ رَجَبَ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ
“Bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan adalah Al-Asyhur al-Ḥurum. Dan, yang paling utama dari keempatnya adalah bulan Muharam, Rajab, Dzulhijah, kemudian Dzulqa’dah.
2. Paling Utama setelah Puasa Ramadhan
Keutamaan puasa di Bulan Dzulhijjah berikutnya termasuk puasa paling utama setelah Ramadhan. Sebagaimana ungkapan imam As-Syarwani:
أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ، ثُمَّ رَجَبَ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ
Artinya: Bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan adalah Al-Asyhur al-Ḥurum. Dan, yang paling utama dari keempatnya adalah bulan Muharam, Rajab, Dzulhijah, kemudian Dzulqa’dah.
3. Pembebas Api Neraka
Keutamaan puasa di Bulan Dzulhijjah selanjutnya yakni pembebas api neraka. Siti Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allâh membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” [HR. Muslim no. 1348].
4. Menghapus Dosa Setahun
Keutamaan puasa di Bulan Dzulhijjah lainnya dapat menghapus dosa satu tahun yang telah terlewati. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
"Puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Muslim).
5. Amalan Paling Disukai
Keutamaan puasa Duzlhijjah termasuk amalan paling disukai Allah. Hal itu karena puasa sunnah ini berada di 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبّ إِلَى اللَّهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.
Itulah ulasan keutamaan puasa Dzulhijjah 2026 bagi umat Islam lengkap bacaan niat dan keutamaannnya.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki