Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 110: Bahaya Syirik Tersembunyi Lebih Menakutkan dari Dajjal
JAKARTA, iNews.id - Pamer dalam mengerjakan ibadah agar mendapat pujian dari orang harus dihindari Muslim. Sebab, pujian yang diterima seseorang kadang membuat terlena hingga besar kepala. Bahayanya lagi, pujian itu bisa membuat manusia lupa akan Tuhan-nya yang telah memberikan kenikmatan atau anugerah. Hal ini bisa mengarah ke syirik tersembunyi yang bahayanya lebih menakutkan dari Dajjal.
Dalam Alquran, Surat Al Kahfi ayat 110 disebutkan tentang perbuatan amal manusia yang mengerjakan amal saleh untuk tidak mempersekutukan seorang pun dalam beribadah.
Allah SWT berfirman:
{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا)
Artinya: Katakanlah, "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Barang siapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS. Al Kahfi: 110).
Ibnu Katsir menerangkan dengan mengerjakan amal yang semata-mata hanya karena Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah syarat utama dari amal yang diterima oleh-Nya, yaitu harus ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan syariat yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw.