Awal Puasa Ramadhan 2026 Hari Apa? Ini Jadwal Sidang Isbat Kemenag
JAKARTA, iNews.id - Awal puasa Ramadhan 2026 hari apa menarik ditunggu keputusannya dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.
Rencananya, sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah digelar Selasa, 17 Februari 2026. Sidang isbat akan dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat.
Sidang Isbat sangat diperlukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dari sekian banyak pilihan yang ditawarkan oleh ormas-ormas Islam dengan beragam pendapatnya soal penetapan awal ramadhan dan syawal.
Sidang Isbat adalah upaya pemerintah untuk memberikan kepastian kepada umat dan sedapat mungkin mengupayakan terjalinnya persatuan dengan pemahaman bersama akan sumber perbedaan yang harus diselesaikan.
50 Poster Menyambut Ramadhan 2026 Anak SD untuk Pawai, Gratis Tinggal Download
Dalam sejarah pelaksanaannya, Sidang isbat (penetapan) awal Ramadhan dan Syawal yang dipimpin Meteri Agama secara resmi mulai dilakukan pada 1962 yang hampir semuanya terdokumentasi dengan baik dalam bentuk Surat Keputusan Menteri Agama RI. Pada sidang isbat tersebut hasil hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan) hilal awal bulan dikaji bersama untuk mendapatkan satu keputusan yang bersifat nasional.
Penetapan diperlukan mengingat di masyarakat banyak beredar hasil hisab dan banyak pula pelaksana rukyat. Sidang isbat tidak membahas secara rinci substansi hisab dan rukyat, tetapi lebih bersifat menampung pendapat untuk menjadi bahan pertimbangan Menteri Agama dalam mengambil keputusan.
Diskusi mendalam soal hasil hisab dan kemungkinan hasil rukyat umumnya dilakukan dalam Temu Kerja Badan Hisab Rukyat (BHR) dan pertemuan/lokakarya yang bersifat teknis hisab rukyat.
Sesuai Kalender Hijriah dari Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H / 2026 diprediksi jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Tanggal awal puasa dalam kalender itu hanya bersifat sementara karena baru bisa ditetapkan setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat yang biasanya dilaksanakan pada 29 Syaban.
Penentuan awal puasa itu juga menggunakan dua metode yang selama ini dianut pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU) yakni, hisab (penghitungan bulan) dan rukyatul hilal (observasi awal bulan).
Sama dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dalam kalender Lajnah Falakiyah juga memprediksi awal Puasa Ramadhan jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026.
Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) memprediksi awal puasa atau 1 Ramadhan 2026 / 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Profesor Riset Atrsonomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin mengungkapan, fakta astronomi pada saat magrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
"Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026," kata Thomas Djamaluddin dilansir dari akun YouTube resminya.
Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung (ITB) juga mengungkapkan berdasarkan hasil perhitungan posisi Bulan terhadap Matahari pada tanggal 17 Februari 2026 yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, posisi bulan sudah terbenam lebih dahulu dibandingkan Matahari. "Dengan demikian, hilal tidak mungkin diamati saat matahari terbenam," tulis Bosscha dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Hilal secara definisi merupakan bulan sabit muda yang dapat diamati setelah Matahari terbenam, setelah terjadinya konjungsi (ijtimak). Karena bulan sudah berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam pada tanggal 17 Februari 2026, secara astronomis tidak tersedia peluang pengamatan hilal.
Data peta ketinggian bulan saat matahari terbenam di wilayah Indonesia juga menunjukkan bahwa ketinggian Bulan berada pada nilai negatif, dengan kisaran sekitar -1,5° hingga -3,0°, yang menandakan Bulan berada di bawah ufuk saat Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut kalender hisab Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Malam sebelumnya, umat Muslim kemungkinan sudah mulai melaksanakan sholat tarawih pertama, yaitu pada malam 17 Februari 2026.
Sedangkan awal Ramadhan berdasarkan versi Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Hal tersebut diketahui dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dirilis salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Penentuan awal Ramadan dan Idulfitri oleh Muhammadiyah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini memungkinkan suatu pihak dalam menentukan awal bulan Ramadan dan Idulfitri dari jauh-jauh hari.
Penetapan awal Ramadan 2026 melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah berdasarkan peninjauan data astronomis global dan validasi parameter KHGT.
"Penetapan ini berbeda dari yang tercantum dalam kalender cetak Muhammadiyah versi awal, yakni 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Koreksi ini dilakukan dalam rangka menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah," bunyi penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Menyikapi kemungkinan terjadinya perbedaan awal puasa Ramadhan, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad mengajak masyarakat menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti. Hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal dan Zulhijjah.
Editor: Kastolani Marzuki