10 Amalan Pasca Ramadhan Agar Bisa Istiqomah hingga Meraih Predikat Takwa
JAKARTA, iNews.id - Setelah Ramadhan, Muslim dituntut untuk tetap istiqomah melakukan amalan ibadah. Ibadah puasa selama sebulan penuh dibarengi dengan qiyamul lail yakni shalat malam serta tadarus Al Quran maupun amalan sunnah lainnya seperti sedekah dan iktikaf tetap harus terus dijaga dan dipelihara.
Sebab, Pasca Ramadhan amal ibadah dan ketakwaan seseorang menjadi kendur. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. (QS. Fushshilat ayat 30)
Dalam ayat ini, Muslim diperintahkan untuk ikhlas dalam beramal hanya karena Allah Swt, yaitu dengan menaati apa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt kepada mereka.
Muara ibadah puasa di Bulan Ramadhan adalah membentuk pribadi Muslim yang bertakwa sebagaimana tertuang dalam firman-Nya di dalam QS: Al-Baqarah:183 yang berbunyi :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS:Al-Baqarah:183).
Takwa di sini bukan hanya sebagai label atau kata belaka, melainkan diperintahkan untuk benar-benar mengamalkan dan istiqomah menjalankannya. Muslim dituntut untuk terus menjaga spirit Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada banyak amalan pasca Ramadhan yang bisa dilakukan agar bisa istiqomah. Amalan-amalan ibadah tersebut juga memiliki nilai pahala yang besar. Salah satunya puasa 6 hari di Bulan Syawal.
Dalam hadits disebutkan:
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. (HR. Muslim).
Amalan Pasca Ramadhan agar bisa istiqomah yang utama yakni tetap memelihara sholat fardhu 5 waktu. Shalat merupakan kewajiban bagi tiap Muslim yang sudah akil dan balig.
Shalat bukan hanya rutinitas ibadah yang dikerjakan lima waktu dalam sehari. Sebab, shalat menjadi bukti keimanan dan ketaatan seorang Muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Artinya: “Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (QS. al-Nisa’ [04]: 103)
Amalan pasca Ramadhan agar bisa istiqomah berikutnya yakni menjalankan shalat malam seperti, sholat witir dan tahajud. Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Rasulullah Saw, bahwa Rasulullah Saw, pernah ditanya mengenai salat yang paling utama sesudah sholat fardu. Maka beliau Saw menjawab melalui sabdanya:
"صَلَاةُ اللَّيْلِ"
"Sholat sunat malam hari".
Membaca Al Quran yang digiatkan selama Ramadhan harus terus dijaga dan diamalkan. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya seperti disebutkan dalam sebuah hadist sebagai berikut :
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ؛ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ
Artinya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah Alquran. Sebab, dia akan datang memberikan syafaat pada hari Kiamat kepada pemilik (pembaca, pengamal)-nya,” (HR. Ahmad).
Keutamaan lain membaca Alquran yakni mendapat pahala berlipat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ
Dari Aisyah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan orang membaca Alquran sedangkan ia menghafalnya, maka ia akan bersama para Malaikat mulia. Sedangkan perumpamaan seorang yang membaca Alquran dengan tekun, dan ia mengalami kesulitan atasnya, maka dia akan mendapat dua ganjaran pahala." (HR Bukhari) [ No. 4937 Fathul Bari] Shahih.