Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dolar Tembus Rp18.000, Bimbim Slank Singgung Krisis 1998
Advertisement . Scroll to see content

Slank Ngamuk Lagi! Kritik Penguasa Perusak Alam Lewat Lagu Baru Rusak Ancur

Senin, 08 Juni 2026 - 15:52:00 WIB
Slank Ngamuk Lagi! Kritik Penguasa Perusak Alam Lewat Lagu Baru Rusak Ancur
Slank merilis lagu baru yang berjudul Rusak Ancur. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Setelah sempat dianggap menjauh dari lagu-lagu kritik sosial yang membesarkan namanya, band legendaris Indonesia Slank akhirnya kembali menggebrak industri musik Tanah Air. Lewat single terbaru berjudul Rusak Ancur, mereka melontarkan kritik keras terhadap kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Lagu yang menjadi bagian dari album Republik Fufufafa itu langsung memancing perhatian publik sejak dirilis. Tak sedikit penggemar yang menyebut karya terbaru ini sebagai tanda bahwa Slank telah menemukan kembali identitas lamanya sebagai band yang berani menyuarakan keresahan rakyat.

Ditulis oleh Bimbim, Rusak Ancur tampil tanpa kompromi. Liriknya menyentil praktik eksploitasi alam yang dianggap semakin brutal, sementara masyarakat harus menanggung dampak kerusakan yang ditinggalkan.

Dengan balutan musik rock yang keras dan lugas, Slank seolah mengirim pesan bahwa mereka belum kehilangan keberanian untuk berbicara lantang di tengah berbagai persoalan bangsa.

Tak butuh waktu lama, video musik Rusak Ancur langsung dibanjiri komentar dari para Slankers. Banyak yang mengaku merinding karena merasa kembali mendengar Slank yang dulu dikenal kritis terhadap isu sosial, politik, hingga lingkungan hidup.

Dukungan datang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Donggala, Jepara, Lombok, Pekanbaru, Garut, Karawang, hingga komunitas Slankers di Finlandia.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pesan yang dibawa lagu ini berhasil menyentuh basis penggemar yang selama ini merindukan karya-karya penuh kritik dari band tersebut.

Tak hanya menuai pujian, Rusak Ancur juga memicu diskusi panas di media sosial. Banyak pendengar menilai isi lagu sangat relevan dengan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi belakangan ini. 

Mulai dari kerusakan hutan, pencemaran lingkungan, hingga eksploitasi sumber daya alam yang dinilai semakin sulit dikendalikan. Salah satu komentar yang paling banyak dibicarakan bahkan berbunyi, "Kalau Slank sudah bersuara, berarti negara sedang tidak baik-baik saja."

Pernyataan tersebut langsung mengingatkan publik pada sejarah panjang Slank sebagai kelompok musik yang kerap menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial dan kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

Pertama Kali Pakai AI, Visualnya Bikin Merinding!

Tak hanya lagunya yang mencuri perhatian, video musik Rusak Ancur juga menjadi sorotan tersendiri. Ya, untuk pertama kalinya dalam perjalanan karier mereka, Slank menggabungkan rekaman video nyata dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hasilnya adalah visual bernuansa distopia yang menampilkan gambaran alam rusak, kota-kota yang hancur, hingga suasana suram yang memperkuat pesan lagu.

Eksperimen tersebut menuai beragam respons. Sebagian penonton memperdebatkan kualitas visual AI yang digunakan, namun mayoritas menganggap teknologi itu berhasil mempertegas pesan tentang ancaman serius yang bisa terjadi jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan.

Di tengah dominasi lagu-lagu bertema percintaan dan kisah personal di industri musik, kehadiran Rusak Ancur terasa seperti alarm keras yang dibunyikan dari panggung musik nasional. Single ini menunjukkan bahwa Slank masih memiliki keberanian untuk menyentuh isu-isu besar yang menyangkut kepentingan publik.

Secara musikal, lagu tersebut mungkin tidak menawarkan revolusi baru. Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat pesannya terasa menghantam langsung.

Rusak Ancur terdengar seperti Slank yang selama ini dikenal publik, yaitu keras, lugas, tanpa basa-basi, dan tidak takut mengusik kenyamanan.

Dengan respons yang terus mengalir dari penggemar serta perdebatan yang berkembang di media sosial, Rusak Ancur berpeluang menjadi salah satu rilisan Slank yang paling banyak diperbincangkan sepanjang 2026. Bagi banyak Slankers, lagu ini bukan sekadar karya baru, melainkan penanda bahwa suara kritis Slank belum mati.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut