Klarifikasi Isyana Sarasvati Konser di Malaysia Batal gegara Tiket Tidak Laku: Heartbroken
JAKARTA, iNews.id – Musisi Isyana Sarasvati akhirnya buka suara terkait pembatalan konser Isyana Sarasvati Live in Kuala Lumpur yang sedianya digelar pada 17 Juli 2026. Penyanyi itu menyampaikan klarifikasi usai promotor mengumumkan konser batal karena penjualan tiket belum memenuhi target minimum penyelenggaraan.
Melalui Instastory pribadinya, Isyana Sarasvati mengaku memahami kekecewaan para penggemar yang telah menantikan penampilannya di Malaysia. Dia juga menegaskan bahwa dirinya merasakan kesedihan yang sama atas batalnya konser tersebut.
"I know many of you have been waiting for this, and I’m just as heartbroken as you are," tulis Isyana Sarasvati, dikutip Rabu (8/7/2026).
Isyana berharap keadaan ini tidak menjadi akhir pertemuannya dengan para penggemar di Kuala Lumpur. Pelantun Tetap Dalam Jiwa itu optimistis suatu hari nanti bisa kembali menjadwalkan pertunjukan dan bertemu langsung dengan para penikmat musiknya di Malaysia.
Sebelumnya, promotor Redrose Entertainment dan Vault Vision Agency mengumumkan pembatalan konser melalui pernyataan resmi di Instagram. Mereka menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk penjualan tiket yang belum mencapai ambang batas minimum agar acara dapat diselenggarakan secara bertanggung jawab.
"After careful consideration, we have made the difficult decision not to proceed with the event, as the current level of ticket sales has not reached the threshold necessary to responsibly stage the show," tulis pihak promotor.
Promotor juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penggemar yang telah membeli tiket. Mereka memastikan seluruh pemegang tiket akan menerima informasi mengenai proses pengembalian dana melalui email dari LOKET dalam beberapa hari ke depan.
Pembatalan konser ini mengejutkan banyak penggemar, mengingat Isyana Sarasvati dikenal memiliki basis pendengar yang cukup besar di Malaysia. Hingga kini belum ada informasi mengenai jadwal pengganti untuk konser tersebut.
Editor: Muhammad Sukardi