Cari Bintang Dangdut Baru, Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Ramai Peserta
MOJOKERTO, iNews.id – Audisi DMD Panggung RezekiMNCTV kembali menjadi magnet bagi para pencinta dangdut Tanah Air. Kali ini, gelaran pencarian bakat tersebut digelar di Lapangan Raden Wijaya Surodinawan, Kota Mojokerto, pada Sabtu (20/6/2026).
Bagian dari rangkaian Road To Kilau Raya MNCTV ini hadir untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat di dunia musik dangdut yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejak pagi, suasana lokasi audisi sudah dipenuhi peserta yang datang dengan penuh semangat, membawa harapan untuk bisa lolos ke panggung yang lebih besar.
Berdasarkan pantauan iNews.id di lokasi, peserta audisi tidak hanya berasal dari Mojokerto. Banyak di antaranya datang dari berbagai kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang. Mereka bersaing menunjukkan kemampuan vokal terbaik di hadapan tim penilai.
Menariknya, suasana audisi tak hanya dipenuhi ketegangan para peserta yang menunggu giliran tampil, tetapi juga berubah menjadi hiburan dadakan bagi masyarakat sekitar. Penonton yang datang spontan merapat ke area panggung, ikut larut dalam alunan musik dangdut, bahkan tak sedikit yang berjoget mengikuti irama lagu.
Cuaca panas yang menyengat di Mojokerto pun tidak mampu meredam antusiasme peserta maupun penonton. Justru, energi di lapangan semakin terasa hidup dengan sorakan, tepuk tangan, hingga aksi panggung para peserta yang tampil penuh percaya diri.
"Semangat mereka luar biasa, meski panas tetap tampil maksimal," ujar salah satu pengunjung yang menyaksikan jalannya audisi.
Audisi ini sendiri menjadi salah satu pintu kesempatan bagi para penyanyi dangdut muda untuk unjuk gigi. Dari seluruh peserta yang tampil, nantinya akan dipilih 20 finalis terbaik yang berhak melaju ke panggung Road To Kilau Raya MNCTV di Mojokerto serta mendapatkan berbagai hadiah menarik.
Gelaran ini diharapkan dapat menjadi wadah lahirnya bintang-bintang dangdut baru yang siap meramaikan industri musik dangdut Indonesia dan membawa nama daerah masing-masing ke tingkat yang lebih luas.
Editor: Muhammad Sukardi