Yuk, Kenali Endometriosis sejak Dini dengan 5 Tanda Ini
JAKARTA, iNews.id - Di masa menjelang menstruasi, para perempuan kerap merasakan rasa tak nyaman seperti nyeri di bagian perut, gangguan mood, dan seks yang menyakitkan. Tetapi jika hal tersebut parah, waspadai penyakit endometriosis. Apa itu?
Endometriosis sendiri adalah gangguan jaringan atau jaringan abnormal yang seharusnya melapisi rahim, tetapi tumbuh di luar rahim. Hal ini dapat mempengaruhi wanita selama masa subur hingga menyebabkan rasa sakit serius yang berkaitan dengan ketidaksuburan.
Itulah pentingnya mengenali tanda-tanda atau deteksi dini endometriosis demi kesehatan reproduksi Anda. Berikut lima tanda endometriosis yang bisa dikenali, seperti dilansir dari Self, Selasa (26/6/2018).
Gumpalan Darah dan Pendarahan
Salah satunya seseorang terkena endometriosis ketika adanya gumpalan darah selama menstruasi. Gumpalan darah biasanya berukuran tak normal atau besar. Endometriosis juga menyebabkan pendarahan yang memiliki arti keluar lebih banyak darah.
Nyeri Perut
Inilah yang paling mudah dirasakan untuk mendeteksi endometriosis. Bagian-bagian yang biasanya nyeri adalah panggul, perut bagian bawah, dan punggung bagian bawah. Rasa sakit atau kram ini biasanya intens di area-area tersebut, mirip kram sebelum menstruasi hanya saja penderita endometriosis lebih parah.
Gangguan Pencernaan
Tak cuma mengalami nyeri perut, endometriosis juga menyebabkan gangguan gastrointestinal atau gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, dan sakit di bagian usus.
Hubungan Seksual yang Menyiksa
Hubungan seks yang menyakitkan adalah indikator besar dari endometriosis. Biasanya, rasa sakit itu timbul saat berhubungan seks, setelah berhubungan seks, hingga hari berikutnya. Hubungan seks bisa terasa lebih menyakitkan sebelum atau selama masa menstruasi.
Ketidaksuburan
Tercatat hingga 50 persen wanita yang mengalami endometriosis juga mengalami ketidaksuburan. Bahkan, banyak wanita yang tidak mengetahui dirinya mengidap endometriosis hingga mengalami kesulitan hamil dan melakukan pemeriksaan kesuburan.
Demi mengurangi efek endometriosis, biasanya bisa dilakukan dengan obat hormon, mengkompres dengan air hangat, melakukan proses pembedahan, hingga melakukan prosedur medis lainnya.
Editor: Adhityo Fajar