Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyebab Mamah Dedeh Dirawat di Rumah Sakit Terungkap, Alami Masalah Pencernaan
Advertisement . Scroll to see content

Waspada, Suka Menahan Kentut Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan

Minggu, 27 Mei 2018 - 13:43:00 WIB
Waspada, Suka Menahan Kentut Bisa Sebabkan Gangguan Pencernaan
Jangan menahan kentut terlalu sering. (Foto: Stethnews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tidak sedikit orang suka menahan kentut ketika berada di tempat umum. Namun, Anda jangan keseringan melakukannya jika tidak ingin mengalami gangguan kesehatan.

Dr Ruth Hand, seorang Praktisi Umum yang berbasis di Melbourne menjelaskan beberapa gangguan sistem pencernaan, seperti sindrom iritas usus besar, bisa menghasilkan sensasi yang perlu dilalui gas secara berlebihan. Namun jika kita berbicara tentang kentut normal, ini adalah cerita yang berbeda.

"Saya tidak melihat bagaimana kentut bisa buruk bagi kesehatan. Ini adalah gas yang biasa ada di perut Anda. Jadi, menahannya tidak berbahaya," ujar Dr Hand yang dikutip Mamamia.com.

Tapi, ada satu konsekuensi yang sangat nyata akibat menahan kentut. Hal ini disebut "karma kentut".

"Jika Anda menahan angin, itu akan keluar juga akhirnya, tidak ada tempat lain untuk pergi. Mungkin lebih bisa diterima secara sosial untuk membebaskan diri Anda dalam situasi tertentu, itu saja," kata Dr Hand.

Jika Anda berada dalam situasi sosial yang sangat kikuk dan tidak dapat membebaskan diri, maka jangan ragu untuk menahannya. Tapi, Anda harus tahu bahwa kentut akan tetap keluar, mungkin dalam situasi yang lebih ganjil. Jadi, berhati-hatilah.

Sementara itu, menurut pedoman kesehatan Pemerintah Victoria, jumlah orang sering kentut bergantung pada sejumlah faktor, termasuk diet. Beberapa orang kentut hanya beberapa kali per hari, yang lainnya mencapai 40 kali. Tapi, rata-rata seseorang kentut dalam sehari bisa sampai 15 kali.

Lalu, apa yang membuat gas dalam perut berlebihan? Ada beberapa hal yang bisa berkontribusi, termasuk makanan berserat tinggi, obat pencahar, dan produk susu.

Namun, Anda harus ke dokter jika mengalami perut kembung yang tidak biasa, sakit perut, perubahan kebiasaan buang air besar atau gejala tidak nyaman lainnya terkait gangguan pencernaan.

Waspada divertikulitis

Ada sejumlah pendapat yang mengatakan untuk tidak menahan kentut, meski terkadang mengganggu orang-orang di sekitar Anda. Namun, menahan kentut bisa membuat diri sendiri tidak nyaman, bahkan berbahaya.

Paling ekstrem, dilansir dari Howstuffworks, menahan kentut dapat menyebabkan terbentuknya divertikula (kantong-kantong di dinding usus besar). Kantong-kantong ini bisa terinfeksi yang mengarah ke kondisi yang disebut divertikulitis.

Beberapa peneliti telah menarik kesimpulan sebab-akibat antara menahan kentut dan mengembangkan divertikulitis. Tanpa pelepasan gas yang menumpuk dalam tubuh, orang-orang bisa mengalami kembung, nyeri, gangguan pencernaan, dan nyeri ulu hati. Nah, untuk menjaga usus Anda tetap sehat, obat terbaiknya adalah jangan menahan kentut. Demikian dimuat Okezone.com.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut