Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Sakit Kepala Berulang, Risikonya Bisa Alami Stroke

Rabu, 26 Mei 2021 - 01:28:00 WIB
Waspada Sakit Kepala Berulang, Risikonya Bisa Alami Stroke
Jangan sepelekan sakit kepala (Foto: NDTV)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sakit kepala kerap dianggap sepele meski dapat menyerang kapan saja. Padahal, jika penyakit yang satu ini menyerang, tentunya akan mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Biasanya, sakit kepala akan membuat siapa saja tidak nyaman di bagian kepala, kulit kepala, hingga leher. Terkadang dapat menyerang tanpa diketahui. 

Dokter Bedah Saraf Siloam Hospitals Surabaya, Arifin Parenrengi mengatakan, penyebab dari sakit kepala bisa datang dari genetik dan faktor pemicu. Dari segi genetik, bakat sakit kepala dapat diturunkan. 

"Walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, penyakit lain seperti sakit kepala tetap bisa menyerang siapa saja dan di mana saja. Maka itu, masyarakat sangat butuh edukasi terkait penanganan sakit kepala ini," kata dr Arifin dalam acara edukasi kesehatan virtual, Selasa (25/5/2021).

Dokter Arifin mengingatkan, sakit kepala jangan dianggap remeh. Menurutnya ada beberapa pengertian terkait sakit kepala yaitu, pertama, serangan berdenyut, tekanan, tumpul, dan tajam. Selain itu kedua, setengah sisi, lokasi tertentu, hingga seluruh kepala. Ketiga, sakit kepala bisa berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya.

Keempat, pria akan lebih sering mengalami sakit kepala tiga sampai empat kali. Sedangkan perempuan yang mengalami sakit kepala bisa meningkatkan risiko terjadinya stroke

Dokter Arifin menjelaskan, penyebab terjadinya sakit kepala bervariasi, yaitu genetik dan pemicu. Jika dari genetik atau dialami orang tua, maka 50-76 persen anak juga akan mengalami sakit kepala.

"Untuk mengetahui kelainan pada otak yang dikarenakan genetik bisa dilakukan skrining dengan menggunakan MRI atau CT Scan," kata dia.

Sedangkan dari faktor pemicu, dibagi menjadi dua yaitu, pemicu yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan seperti cuaca dan fluktuasi hormonal (menstruasi dan perimenopause).

Tips Atasi Sakit Kepala

Tidak hanya mengetahui penyebab sakit kepala. Anda juga harus mengetahui tips untuk mencegah sakit kepala. 

Dokter Arifin mengatakan, ada beberapa tips untuk mencegah sakit kepala. Anda bisa membuat catatan harian untuk mempelajari pemicu, obati segera setelah merasa ada serangan, pertimbangkan tindakan pencegahan jika sering mengalami serangan, dan patuhi jadwal tidur.

Dia juga memberikan peringatan kepada masyarakat yang sering mengalami sakit kepala berulang untuk tidak menganggap sepele penyakit ini. 

"Tiga tanda yang harus diwaspadai adalah sakit kepala disertai dengan aura karena dapat berisiko stroke, sakit kepala yang sering atau berulang jenis apa pun, serta sakit kepala yang intens" kata dr Arifin.

Ketiga tanda ini lanjutnya, menjadi warning di mana penderita harus segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan awal yang biasa dilakukan pada penderita sakit kepala adalah pemeriksaan MRI.

"Jika terjadi kondisi yang lebih parah, segera ke UGD terdekat. Tindakan yang dapat dilakukan jika memang dibutuhkan adalah dengan neuroendoskopi," ujar dr Arifin.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut