Waspada! 1 Kasus Polio Ditemukan di Indonesia, Ini Gejala dan Pencegahannya
JAKARTA, iNews.id - Indonesia kembali menemukan satu kasus polio di Aceh. Ini menjadi yang pertama sejak Indonesia dinyatakan bebas polio pada 2014 silam.
Penyakit polio tersebut diketahui diderita oleh anak berusia tujuh tahun dari Aceh. Sebab ini, pemerintah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) polio.
Lantas, seperti apa gejala polio? Berikut informasinya seperti dirangkum pada Sabtu (19/11/2022).
Secara pasien polio biasanya mengalami demam dan lesu. Namun, pada akhirnya, penyakit ini dapat mengalami gejala kelumpuhan pada salah satu kaki.
5 Artis Cantik yang Jatuh ke Pelukan Pria Aceh, Nomor 3 Pemain Sinetron Tukang Ojek Pengkolan
"Kalau lihat pasien positif polio yang di Aceh usia tujuh tahun dua bulan dengan gejala kelumpuhan pada kaki kiri berasal dari Aceh. Anak mulai sakit pada tanggal 6 Oktober, dia merasakan sakit panas dan ada lesu gejala awalnya," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Maxi Rein Rondonuwu dalam Konferensi Pers KLB Penyakit Polio secara online, Sabtu.
Sebagai informasi tambahan, berikut rincian gejala dari penyakit polio, dilansir dari laman resmi Kemenkes:
Indonesia Deteksi 1 Kasus Polio di Aceh, Pemerintah Langsung Tetapkan KLB
Gejala
1. Polio non-paralisis: polio ini dapat mnyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit
Deretan Artis Ganteng Era 1980-an Idola Remaja pada Masanya, Nomor 5 Terjun ke Dunia Politik Jadi Anggota DPR
2. Polio paralisis: polio ini menyebabkan sakit kepala, demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.
3. Sindrom pasca-polio: ini menyebabkan sulit bernapas atau menelan, sulit berkonsentrasi, lemah otot, depresi, gangguan tidur dengan kesulitan bernapas, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.
3 Artis Belanja Online hingga Ratusan Juta, Nomor 3 Bingung Beli Apa
Maxi mengatakan, kelumpuhan yang dialami bisa permanen. Apalagi bila anak belum divaksinasi polio.
Dia menjelaskan, virus ini berkembang dan masuk ke sistem pencernaan dan saraf, hingga akhirnya melemahkan otot-otot. "Dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anak yang belum mendapatkan vaksin. Penularannya bisa melalui faecel-oral," ujar dia.
Pencegahan
Vaksinasi disebut menjadi cara melindungi anak-anak dari polio. Vaksinasi yang dimaksud adalah imunisasi anak-anak yang tersedia bentuk cair (tetes).
Para orang tua tentu harus mengecek kembali jadwal imunisasi anak, agar bisa mencegah berbagai penyakit, termasuk polio. "Untuk pencegahan satu-satunya yaitu vaksinasi, vaksin polio ya," kata dr Maxi.
Editor: Siska Permata Sari