Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AHY Prediksi Puncak Mudik Lebaran Terjadi 2 Gelombang, Ini Tanggalnya!
Advertisement . Scroll to see content

Tips Mudik Aman Membawa Lansia, Sering-Sering Berhenti di Rest Area!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:46:00 WIB
Tips Mudik Aman Membawa Lansia, Sering-Sering Berhenti di Rest Area!
Tips aman membawa lansia mudik. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Apakah Anda tahun ini berencana mengajak orang tua yang sudah lansia untuk mudik ke kampung halaman? Jika iya, saran dokter ini penting untuk diketahui. 

Mudik membawa lansia punya tantangan tersendiri. Bukan hanya soal memastikan semua obat-obatan dibawa, tapi kesehatan lansia selama di perjalanan mudik menjadi prioritas utama. 

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Siloam Hospitals Mampang dr Isa An Nagib mengingatkan bahwa mudik membawa lansia, berarti siap untuk banyak berhenti di perjalanan. 

"Sering-sering berhenti di rest area adalah kunci mudik aman membawa lansia," kata dr Isa dalam acara media gathering bertajuk Ramadhan Revive: Strong Bones, Strong Bonds, di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026). 

Selain sering berhenti, hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengajak lansia untuk turun dari mobil di rest area atau tempat pemberhentian. Momen ini dipakai untuk peregangan. 

Ya, peregangan penting dilakukan pada lansia maupun semua kelompok usia yang mudik Lebaran. Dengan peregangan, risiko otot kaku bisa diminimalisir. 

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Siloam Hospitals Mampang dr Isa An Nagib. (Foto: Muhammad Sukardi)
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sport Injury Siloam Hospitals Mampang dr Isa An Nagib. (Foto: Muhammad Sukardi)

Peregangan juga penting dilakukan sebelum mudik dimulai. Ini untuk memastikan kebugaran otot dan sendi, dengan begitu pulang ke kampung halaman bisa minim risiko kesehatan.

"Sebelum melakukan perjalanan mudik, masyarakat sebaiknya melakukan peregangan atau olahraga ringan untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot," kata dr Isa. 

"Otot yang lebih siap dapat membantu menopang sendi, sehingga mengurangi risiko pegal, kaku, atau nyeri selama perjalanan panjang," tambahnya.

Nah, untuk lansia, peregangan bisa dilakukan dengan berjalan-jalan santai di area pemberhentian. "Intinya jangan duduk saja, biarkan jalan-jalan supaya otot dan sendi tidak kaku atau nyeri," saran dr Isa. 

Di kesempatan yang sama, dr Isa mengingatkan kepada masyarakat bahwa mudik itu bukan soal cepat-cepatan waktu sampai, tapi yang terpenting adalah aman selama perjalanan. Jadi, waktu yang lebih lama karena harus sering istirahat sebaiknya bukan masalah. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut