Terungkap! Ini Penyebab Hanung Bramantyo Bernapas Hanya dari Satu Lubang Hidung
JAKARTA, iNews.id – Pengakuan sutradara ternama Hanung Bramantyo yang selama puluhan tahun ternyata bernapas hanya melalui satu lubang hidung menarik perhatian publik. Hanung bahkan baru menyadari kondisi tersebut setelah berkonsultasi dengan dokter dan menjalani operasi di Korea Selatan.
Dalam unggahannya di media sosial, Hanung Bramantyo mengatakan, selama ini ia tidak pernah merasakan napas yang benar-benar lega. Kondisi tersebut baru terungkap ketika dokter memeriksa saluran hidungnya.
"Setelah 50 tahun, saya baru sadar kalau selama ini saya bernapas cuma pakai satu lubang hidung. Pas kena flu akibat alergi, rasanya ampun-ampunan," kata Hanung, dikutip Jumat (13/3/2026).
Menjadi pertanyaan sekarang, apa penyebab seseorang bernapas hanya lewat satu lubang hidung? Simak pembahasan medisnya hanya di artikel ini.
Kawal Kasus Pemukulan Karyawan, Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo Batalkan Perjalanan ke Al Aqsa
Secara medis, kondisi seseorang yang hanya bisa bernapas lewat satu lubang hidung bukanlah hal yang jarang terjadi. Menurut penjelasan Mayo Clinic, ada beberapa penyebab yang dapat membuat saluran hidung tersumbat atau menyempit.
Salah satu penyebab paling umum adalah deviasi septum, yakni kondisi ketika dinding pemisah antara dua rongga hidung bengkok. Akibatnya, salah satu saluran udara menjadi lebih sempit sehingga aliran napas tidak seimbang.
Sudah Divisum, Hanung Bramantyo Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Kekerasan Menimpa Karyawannya
Selain itu, kondisi lain yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan adalah pembesaran turbinat, yaitu jaringan di dalam hidung yang berfungsi menyaring dan melembapkan udara. Jika jaringan ini membesar, saluran hidung dapat tertutup sebagian.
Penyebab lainnya adalah polip hidung, yakni pertumbuhan jaringan lunak di rongga hidung yang dapat menghalangi aliran udara.
Dikritik Hanung Bramantyo, Begini Jawaban Produser Film Merah Putih: One For All
Menurut penjelasan dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery, gangguan struktur hidung seperti deviasi septum, sering kali tidak disadari seseorang selama bertahun-tahun, karena tubuh telah beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan tindakan operasi untuk membuka kembali saluran napas, sehingga pasien dapat bernapas dengan normal. Dan itu juga yang dilakukan Hanung Bramantyo di Korea Selatan.
Editor: Muhammad Sukardi