Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Wajah Awet Muda, Baim Wong Rela Stem Cell di Korea
Advertisement . Scroll to see content

Terapi Stem Cell Bantu Peremajaan hingga Pemulihan Cedera? Ini Kata Dokter

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:47:00 WIB
Terapi Stem Cell Bantu Peremajaan hingga Pemulihan Cedera? Ini Kata Dokter
Terapi stem cell untuk cedera hingga peremajaan kulit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Terapi stem cell ternyata tidak hanya untuk kecantikan, tetapi juga pemulihan berbagai cedera dan kerusakan jaringan tubuh. Teknologi regeneratif ini bahkan mulai menjadi pilihan bagi pasien yang ingin menghindari tindakan operasi besar.

Ya, stem cell merupakan sel khusus yang memiliki kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel di dalam tubuh. Kemampuan tersebut membuat terapi ini dinilai mampu membantu proses regenerasi jaringan yang rusak sekaligus mengurangi peradangan secara alami.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika Brawijaya Hospital dr Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L, menjelaskan bahwa pemanfaatan stem cell di bidang estetika terus berkembang karena bekerja lebih menyeluruh dibandingkan sejumlah terapi peremajaan lainnya.

"Dibandingkan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif. Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan," kata dr Tasya dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Menurut dr Tasya yang juga berpraktik di Brawijaya Regenerative Stem Cell Center, terapi berbasis stem cell ini tidak hanya memberikan efek sementara pada permukaan kulit, tetapi juga mendukung regenerasi jaringan dari dalam. 

Sel-sel tersebut membantu memperbaiki kerusakan di tingkat sel sekaligus menghasilkan growth factor yang berperan penting dalam proses perbaikan dan peremajaan jaringan.

Karena itu, terapi stem cell kini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan estetika, mulai dari face rejuvenation atau peremajaan wajah, penanganan alopecia yang menyebabkan kebotakan, hingga membantu penyempurnaan kontur wajah.

Tak hanya di dunia estetika, manfaat stem cell juga mulai banyak diterapkan dalam bidang ortopedi. Teknologi ini membuka peluang baru bagi pasien yang mengalami cedera pada jaringan tubuh yang sebelumnya seringkali memerlukan tindakan operasi.

Dokter Spesialis Ortopedi Brawijaya Hospital dr Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL, menjelaskan bahwa stem cell dan turunannya memiliki kemampuan untuk merangsang regenerasi serta mempercepat pemulihan sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan.

Ia menyebutkan terapi ini dapat digunakan pada berbagai kasus, seperti cedera tendon, tulang rawan sendi lutut, ligamen, meniskus, rotator cuff pada bahu, hingga cedera dan robekan pada diskus tulang belakang. 

Dengan kemampuannya memperbaiki jaringan, stem cell memberikan alternatif terapi yang lebih minimal invasif dibandingkan pembedahan besar pada kasus tertentu.

"Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas, mulai dari regenerasi tendon, tulang rawan sendi (misalnya pada lutut), ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera maupun robek," kata dr Aulia. 

Pemanfaatan stem cell di bidang orthopedi dan traumatologi juga telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, sehingga dapat dilakukan secara aman, efektif, dan terukur bagi masyarakat.

Meski menawarkan berbagai potensi manfaat, para ahli mengingatkan bahwa terapi stem cell bukanlah prosedur yang dapat dilakukan sembarangan. Setiap pasien harus melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatannya sesuai dengan indikasi terapi yang diberikan.

Selain seleksi pasien yang ketat, keamanan juga ditentukan oleh kualitas produk stem cell yang digunakan serta kompetensi tenaga medis yang menangani prosedur tersebut. 

Karena itu, pasien disarankan menjalani terapi hanya di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar dan menggunakan produk yang telah melalui proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, mengatakan terapi regeneratif berbasis stem cell menjadi bagian dari perkembangan future of medicine yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan penyembuhan di tingkat seluler.

Menurut Devin, kombinasi teknologi regeneratif modern, tenaga medis tersertifikasi, serta standar keamanan yang ketat menjadi fondasi penting agar manfaat terapi stem cell dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat sekaligus tetap mengutamakan keselamatan pasien.

"Kami ingin meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler," ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut