Syifa Hadju Jalani Ritual Puasa Mutih sebelum Menikah, Ini Manfaatnya!
JAKARTA, iNews.id - Penampilan Syifa Hadju saat menikah dengan El Rumi benar-benar bikin publik terpana. Aura manglingi, kulit tampak lebih bersih, hingga penampilan yang nyaris tanpa cela membuat banyak orang penasaran, apa rahasianya?
Jawabannya cukup mengejutkan. Syifa mengaku menjalani puasa mutih jelang akad nikah yang digelar pada 26 April 2026. Fakta ini dia ungkap langsung dalam kanal YouTube pribadinya.
"Aku lagi puasa mutih," kata Syifa, dikutip Minggu (3/5/2026).
Selama menjalani ritual tersebut, Syifa benar-benar membatasi asupan makanannya secara ekstrem. Dia hanya mengonsumsi makanan serba putih tanpa bumbu, mulai dari nasi putih hambar, tahu putih, hingga telur putih, tanpa garam sama sekali.
Mengharukan, Ini Doa El Rumi dan Syifa Hadju di Intimate Wedding Bali
Pola makan ini dijalani hingga hari akad, sebelum akhirnya dia kembali makan normal setelahnya, termasuk saat perjalanan menuju Bali untuk intimate wedding beberapa hari kemudian.
Puasa mutih sendiri merupakan tradisi Jawa yang sudah ada sejak lama. Praktik ini identik dengan konsumsi makanan berwarna putih, terutama nasi tanpa lauk berbumbu.
Potret Intimate Wedding El Rumi dan Syifa Hadju di Bali, Super Romantis!
Meski terdengar sederhana, bahkan cenderung ekstrem, banyak yang percaya ritual ini menyimpan manfaat besar bagi calon pengantin. Apa manfaat dari puasa mutih? Simak beritanya sampai selesai.
Secara fisik, puasa mutih sering dikaitkan dengan proses detoksifikasi alami. Dengan menghentikan asupan makanan berat, berminyak, dan tinggi gula, tubuh seolah diberi waktu untuk 'reset'.
Tak heran, sebagian pelaku puasa mutih mengaku tubuh terasa lebih ringan, perut lebih nyaman, bahkan berat badan bisa turun dalam waktu singkat.
Selain itu, pola makan minim bumbu dan bahan tambahan juga diyakini membantu menstabilkan kadar gula darah serta mengurangi potensi peradangan dalam tubuh. Tubuh menjadi lebih 'bersih' dan responsif terhadap nutrisi dasar yang dikonsumsi.
Namun, daya tarik puasa mutih tidak hanya pada aspek fisik. Dari sisi mental, ritual ini sering dimaknai sebagai bentuk pengendalian diri. Calon pengantin menjalani proses ini untuk menenangkan pikiran, mengurangi distraksi, serta mempersiapkan diri menghadapi fase hidup baru.
Lebih dalam lagi, puasa mutih juga memiliki nilai spiritual. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk pendekatan diri kepada Tuhan, memohon kelancaran, ketenangan, dan keberkahan dalam pernikahan. Kombinasi antara pembatasan fisik dan niat batin inilah yang membuat banyak orang merasa lebih siap secara menyeluruh.
Meski begitu, puasa mutih bukan tanpa risiko. Tanpa persiapan yang matang, praktik ini bisa menyebabkan tubuh lemas, kekurangan nutrisi, hingga gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, para ahli menyarankan agar dilakukan secara bijak dan, bila perlu, di bawah pengawasan tenaga medis.
Editor: Muhammad Sukardi