Susu Bukan Cuma untuk Balita, Ini Alasan Anak Harus Tetap Minum hingga Remaja
JAKARTA, iNews.id – Banyak orang tua menganggap kebutuhan susu anak akan berkurang atau bahkan tidak lagi diperlukan setelah memasuki usia balita. Padahal, para ahli menegaskan susu tetap memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak hingga masa remaja.
Ahli Tumbuh Kembang Prof Rini Sekartini mengatakan, konsumsi susu sebaiknya tidak dihentikan setelah anak berusia 2 tahun. Menurutnya, susu masih menjadi salah satu sumber nutrisi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan protein selama masa pertumbuhan.
"Anak itu perlu minum susu sampai kapan? Sampai remaja harus minum susu," kata Prof Rini dalam acara Grand Launching Acekid, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, masa anak-anak hingga remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan massa tulang. Pada fase ini, tubuh membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk membangun cadangan atau tabungan kalsium yang akan bermanfaat saat seseorang memasuki usia dewasa.
Prof Rini menjelaskan, pembentukan cadangan kalsium perlu dilakukan sejak dini karena setelah memasuki usia dewasa, proses pertumbuhan tulang sudah berhenti. Akibatnya, kesempatan tubuh untuk membangun massa tulang secara optimal menjadi semakin terbatas.
"Tabungan kalsium harus dilakukan sejak dini. Ketika sudah dewasa, tidak lagi berada dalam masa pertumbuhan," ujarnya.
Ia juga menyoroti perbedaan manfaat susu pada anak dan orang dewasa. Pada anak-anak dan remaja, kandungan kalsium dan protein dalam susu dimanfaatkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan tulang, otot, serta berbagai jaringan tubuh lainnya. Sementara pada orang dewasa, manfaat susu lebih banyak untuk menjaga kesehatan dan mempertahankan fungsi tubuh yang sudah terbentuk.
"Kalau yang dewasa minum susu banyak-banyak, tulangnya sudah berhenti tumbuh. Jadi manfaatnya tidak sebesar pada anak-anak," katanya.
Tak hanya kaya akan kalsium, susu juga mengandung berbagai zat gizi lain yang dibutuhkan selama masa tumbuh kembang, seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Kandungan nutrisi yang relatif lengkap tersebut membuat susu menjadi salah satu pilihan pangan yang mudah dikonsumsi anak untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.
"Susu berperan dalam asupan sehari-hari karena kandungannya sudah cukup lengkap, ada kalsium, protein, dan juga jenis karbohidrat," jelas Prof Rini.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa orang tua harus cermat dalam memilih produk susu untuk anak. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak menjadikan susu kental manis sebagai pengganti susu untuk konsumsi harian.
Menurut Prof Rini, susu kental manis lebih tepat digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan atau minuman tertentu, bukan sebagai sumber utama nutrisi bagi anak.
"Susu untuk anak tidak boleh menggunakan susu kental manis. Kalau untuk membuat puding atau makanan tertentu mungkin boleh, tetapi bukan sebagai susu harian anak," tegasnya.
Lebih lanjut, Prof Rini menekankan bahwa susu bukan satu-satunya sumber nutrisi yang dibutuhkan anak. Pola makan bergizi seimbang tetap harus menjadi prioritas utama. Anak perlu mendapatkan asupan protein dari berbagai sumber seperti ikan, ayam, daging, telur, serta mengonsumsi cukup buah dan sayuran setiap hari.
"Protein memang bisa didapat dari daging, ayam, ikan, dan makanan lainnya. Tetapi susu juga merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak," tuturnya.
Karena itu, orang tua dianjurkan untuk tetap memasukkan susu sebagai bagian dari pola makan anak hingga remaja. Dengan dukungan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, proses pertumbuhan dapat berlangsung lebih optimal sekaligus membantu membangun kesehatan tulang yang kuat hingga dewasa.
Editor: Muhammad Sukardi