Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ada Tenaga Kesehatan di Jateng Tolak Vaksin Covid dengan Alasan Program Hamil
Advertisement . Scroll to see content

Supaya Hamil, Pasangan dengan Infertilitas Idiopatik Disarankan Jalani 3 Terapi Ini

Kamis, 25 Maret 2021 - 06:03:00 WIB
Supaya Hamil, Pasangan dengan Infertilitas Idiopatik Disarankan Jalani 3 Terapi Ini
Pasangan infertilitas idiopatik bisa hamil dengan 3 program terapi. (Foto: mesdscape)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasangan dengan infertilitas idiopatik faktanya tetap bisa hamil. Meski, ada catatan penting yang harus diperhatikan, salah satunya tentang usia wanita di atas 30 tahun kemungkinan berhasilnya jadi kecil.

Untuk diketahui, infertilitas idiopatik adalah infertilitas pasangan yang dinyatakan normal dan ditangani selama 2 tahun namun belum juga berhasil hamil.

Menurut dr Gita Pratama, SpOG-KFER, M.RepSc, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah - IVF Centre,  tingkat kehamilan spontan pada pasangan ini bahkan lebih tinggi daripada pasangan dengan infertilitas lainnya. 

"Penelitian menunjukkan angka kehamilan secara spontan terjadi sebanyak 13 hingga 15 persen pada percobaan tahun pertama dan meningkat menjadi 35 persen pada percobaan tahun berikutnya," katanya dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, belum lama ini. 

Meski begitu, menurut dr Gita, angka kehamilan secara spontan terus menurun dengan durasi infertilitas lebih dari tiga tahun dan pada pasangan yang perempuannya berusia di atas 30 tahun. 

Infertilitas idiopatik sendiri merupakan keadaan ketika pasangan sudah melakukan pemeriksaan lengkap seperti pemeriksaan analisis semen, penilaian fungsi ovulasi, dan uji patensi tuba dinyatakan normal, namun tetap tidak bisa hamil. 

Nah, supaya kemungkinan tetap bisa hamil pada pasangan dengan infertilitas idiopatik tetap tinggi, ada 3 upaya yang bisa Anda lakukan. Apa saja? 

1. Manajemen ekspektatif

Tingkat kehamilan spontan pada pasangan dengan infertilitas idiopatik cukup tinggi, karenanya melakukan hubungan teratur 1 sampai 2 hari sekali pada masa subur (10-17 hari setelah hari pertama haid terakhir) sangatlah penting untuk mendapatkan kehamilan. 

"Manajemen ekspektatif terutama dapat dilakukan pada pasangan dengan usia wanita di bawah 35 tahun dan usia pernikahan di bawah 2 tahun," kata dr Gita. 

2. Inseminasi intrauterine

Apabila kehamilan juga tidak didapatkan dengan manajemen ekspektatif saja, maka disarankan untuk melakukan inseminasi intrauterine yang dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan penyubur seperti klomifen sitrat, letrozole, atau gonadotropin. 

"Inseminasi merupakan metode yang dilakukan dengan cara memasukkan sperma yang sudah ditingkatkan kualitasnya langsung ke dalam rongga rahim. Cara ini akan meningkatkan keberhasilan kehamilan dengan meniadakan faktor serviks dan antibodi antisperma yang sering dikaitkan sebagai penyebab infertilitas idiopatik," kata dr Gita. 

3. Program bayi tabung 

Program bayi tabung (in vitro fertilization) dapat menjadi salah satu solusi, apabila kehamilan tidak juga didapatkan setelah kegagalan dengan inseminasi intrauterine. Program bayi tabung merupakan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) di mana pembuahan sel telur oleh sel sperma terjadi di luar tubuh wanita (in vitro), kemudian embrio hasil pembuahan ditempatkan kembali ke dalam rahim. 

Keberhasilan program bayi tabung pada pasangan yang mengalami infertilitas idiopatik mempunyai angka keberhasilan yang cukup tinggi yakni 30 sampai 40 persen.

"Seiring dengan teknologi yang semakin berkembang, selalu ada harapan untuk memiliki keturunan. Cek kondisi organ reproduksi Anda dan pasangan secara berkala, tetap berpikir positif, dan jalani program kehamilan dengan penuh kesabaran. Be patience, and sure you’ll be pregnant," kata dr Gita. 

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut