Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selamat! Audy Item Umumkan Hamil Anak Ketiga, Iko Uwais Menangis Haru
Advertisement . Scroll to see content

Suami Wajib Tahu! KDRT Verbal saat Istri Hamil Bisa Berdampak pada Janin

Rabu, 01 Juli 2026 - 06:06:00 WIB
Suami Wajib Tahu! KDRT Verbal saat Istri Hamil Bisa Berdampak pada Janin
Ilustrasi ibu hamil mendapat KDRT suami. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengingatkan pentingnya peran suami dalam mendampingi istri selama masa kehamilan.

Menurutnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) verbal terhadap ibu hamil dapat memengaruhi kondisi psikologis bayi yang masih berada di dalam kandungan. Artinya, bentakan atau amarah yang ditujukan kepada istri yang sedang hamil, terbukti memberi dampak pada janin.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan BKKBN menggagas program Ayah Idaman yang bertujuan meningkatkan keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Menurut Wahidin, masa trimester pertama merupakan periode yang sangat sensitif bagi ibu hamil. Pada fase tersebut, perempuan mengalami berbagai perubahan fisik maupun emosional sehingga membutuhkan dukungan penuh dari pasangan.

"Ketika trimester satu, ngidam itu secara psikologis ... banyak riset menunjukkan bahwa ini memang butuh peran laki-laki untuk kemudian mengayomi," ujarnya dalam sesi webinar, Selasa (30/6/2026).

Dia mengatakan, kurangnya edukasi kepada suami sering kali membuat mereka tidak memahami perubahan emosi yang dialami istri saat hamil muda. Akibatnya, tidak sedikit ibu hamil justru mengalami tekanan psikologis di rumah.

"Nah ini, ketika kami tidak berikan edukasi dengan baik, sedang hamil muda, istrinya dibentak misalnya, ini secara psikologis bisa berdampak pada bayi yang dikandung," kata Wahidin.

Dia menegaskan, bukan hanya kekerasan fisik yang harus dihindari. Menurutnya, kekerasan verbal maupun tekanan emosional juga dapat memengaruhi kondisi mental ibu yang pada akhirnya berdampak terhadap perkembangan janin.

"Jadi ketika istri drop secara psikologis, misalnya ada KDRT non-fisik pun, itu bisa berpengaruh pada emosional bayi yang dikandungan," ujarnya.

Melalui program Ayah Idaman, BKKBN menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk memberikan edukasi kepada pasangan suami istri sejak awal kehamilan. Suami diharapkan ikut mendampingi pemeriksaan kehamilan, memahami kondisi istri, hingga bersama-sama mengambil keputusan terkait kesehatan ibu dan bayi.

Wahidin menambahkan, kehadiran ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Menurutnya, dukungan emosional dan keterlibatan suami selama kehamilan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut