Sering Merasa Pusing Sepanjang Waktu? 4 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Pusing menjadi salah satu tanda bahwa tubuh Anda sedang tidak baik-baik saja. Sebab, pusing bisa disebabkan oleh stres, cemas, hingga adanya bagian tubuh Anda yang tidak bekerja dengan baik.
Meski kerap diabaikan, pusing yang sering timbul, bisa menjadi masalah yang patut diwaspadai. Tak hanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi gejala serius yang tidak dapat disepelekan lagi.
Penyebab kepala Anda terasa pusing bisa bermacam-macam. Tetapi jika itu terjadi terus-menerus, beberapa gangguan ini dapat menjadi alasannya.
Apa saja? Berikut daftarnya, seperti dilansir dari WebMD, Minggu (1/11/2020).
1. Dehidrasi
Banyak dari kita tidak minum cukup cairan untuk menggantikan cairan yang hilang setiap hari saat kita berkeringat, bernapas, dan buang air kecil. Ketika Anda mengalami dehidrasi parah, tekanan darah Anda bisa turun, dan otak Anda mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen. Inilah yang bisa menjadi penyebab Anda merasa pusing.
2. Sirkulasi darah terganggu
Pusing bisa menjadi tanda adanya masalah pada aliran darah Anda. Ini berkaitan dengan otak Anda yang membutuhkan suplai darah kaya oksigen. Jika suplai darah tidak lancar, maka bisa menyebabkan pusing, bahkan pingsan.
3. Vertigo
Jika Anda merasakan sensasi pusing seperti berputar atau ruangan bergerak di sekitar Anda? Itu adalah tanda klasik dari jenis pusing yang disebut vertigo. Ini adalah gejala adanya masalah di telinga bagian dalam atau bagian dari batang otak yang mengatur keseimbangan. Gejala lain jika Anda mengalami vertigo adalah rasa mual, muntah, berkeringat dan kehilangan pendengaran.
4. Gula darah rendah
Gula darah yang terlalu rendah bisa menyebabkan Anda merasa pusing. Biasanya hal ini diderita oleh penderita diabetes yang glukosa dalam darahnya terlalu rendah. Ini juga bisa menyebabkan rasa lapar, gemetar, hingga berkeringat.
Jika pusing Anda tidak kunjung membaik dan justru semakin parah, sebaiknya segera mengunjungi fasilitas kesehatan atau berkonsultasi dengan dokter Anda.
Editor: Tuty Ocktaviany