Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Otot Kram Awas Jangan Dipijat, Ini Harus Dilakukan agar Nyeri Cepat Reda
Advertisement . Scroll to see content

Sering Kram saat Olahraga? Ini Penyebabnya Kata Dokter

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:38:00 WIB
Sering Kram saat Olahraga? Ini Penyebabnya Kata Dokter
Kram otot menjadi keluhan yang kerap dialami seseorang saat maupun setelah berolahraga. (Foto: ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idKram otot menjadi keluhan yang kerap dialami seseorang saat maupun setelah berolahraga. Kondisi ini sering dianggap terjadi karena kurang minum atau kelelahan biasa. Padahal, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Muhammad Fajri Adda'i, penyebab kram otot jauh lebih kompleks.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr Fajri menjelaskan bahwa kram otot terjadi akibat kontraksi involunter, yaitu kontraksi otot yang muncul tanpa disadari atau tanpa perintah dari tubuh.

“Jadi, dia berkontraksi sendiri gitu. Gak kita suruh, dia kontraksi involunter namanya," kata dr Fajri, dikutip Jumat (17/7/2026).

Dia menjelaskan, kram umumnya dipicu oleh penggunaan otot secara berlebihan atau overuse. Kondisi tersebut menyebabkan refleks di tulang belakang mengalami overstimulasi sehingga otot terus berkontraksi meski tidak ada rangsangan.

Menurut dr Fajri, secara normal tubuh memiliki dua mekanisme yang mengatur kerja otot. Muscle spindle berfungsi sebagai pemicu kontraksi atau "gas", sedangkan organ tendon Golgi berperan sebagai "rem" yang menghentikan kontraksi berlebihan.

"Nah, kalau sudah kecapean, overstimulasi, jadi organ tendon golginya ini nggak bekerja nih inhibisinya, nggak ngerem. Jadi, mau gas terus. Makanya lengkung refleksnya jadi overstimulasi. Jadi, kedut-kedut terus padahal nggak ada itu stimulasinya," ujarnya.

Selain kelelahan akibat olahraga, cuaca panas dan kelembapan udara yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko kram otot. Kondisi tersebut membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit melalui keringat sehingga fungsi otot menjadi terganggu.

Karena itu, dr. Fajri mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan tubuh berolahraga melebihi batas kemampuan. Dia juga menekankan pentingnya memberikan waktu istirahat (rest day) agar otot dapat pulih secara optimal.

Untuk mencegah kram otot, dia menyarankan agar kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi, terutama saat berolahraga. Selain itu, asupan elektrolit seperti natrium, kalium, dan klorida juga perlu diperhatikan untuk menjaga fungsi otot tetap normal.

“Terus, cukupi hidrasi, pikirkan aspek panas, kelembaban udara supaya panas keluar, dan cukupi kebutuhan natrium, kalium, klorida, dan lain sebagainya. Itu yang penting. Jadi, pencegah lebih baik dibanding kena masalah," katanya.

Apabila kram tetap terjadi, dr Fajri menyarankan untuk segera menghentikan aktivitas, meluruskan atau meregangkan otot yang mengalami kram, kemudian beristirahat hingga nyeri mereda. Dia mengingatkan agar tidak memijat bagian otot yang sedang kram karena justru berpotensi memperparah kondisi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut