Sering Digunakan di Produk Kecantikan, Ini Bahayanya Merkuri
JAKARTA, iNews.id - Produk kecantikan semakin berkembang seiring waktu. Mulai dari kosmetik hingga produk-produk perawatan kulit wajah untuk kegunaan-kegunaan tertentu, seperti melembapkan, mencerahkan, dan meremajakan kulit. Namun, tahukah Anda jika bahan-bahan di dalam kosmetik dan produk kecantikan belum tentu aman?
Salah satu bahan yang tak aman jika digunakan terlalu banyak pada produk kecantikan adalah merkuri. Apa itu? Merkuri merupakan logam berat beracun yang ternyata ada di sejumlah produk kecantikan, terutama pelembap.
"Merkuri merupakan bahan yang efektif untuk mencerahkan kulit, dengan hasil yang cepat, tetapi harganya melebihi manfaatnya," kata pakar kimia pada kosmetik Ginger King, seperti dikutip dari Allure, Minggu (16/12/2018).
Sebab, sambung dia, merkuri tak hanya membahayakan kulit, tetapi juga organ di dalam tubuh. World Health Organization (WHO) sendiri telah mengungkapkan bahwa bahaya merkuri salah satunya adalah kerusakan pada ginjal.
"Merkuri dikaitkan dengan perkembangan iritasi kulit, ruam, dan perubahan warna," kata Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di Mount Sinai Hospital di New York City.
Bahkan, jelas Zeichner, merkuri bisa menyebabkan kecemasan, depresi, bahkan psikosis. "Penggunaan kosmetik jangka panjang yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada mata, paru-paru, pencernaan, saraf dan sistem kekebalan tubuh," tutur Zeichner.
Penggunaan merkuri juga sangat berbahaya bagi ibu hamil dan perempuan yang sedang menyusui. Studi menunjukkan, hubungan antara merkuri dan komplikasi kehamilan dan masalah perkembangan pada bayi. Itu sebabnya mengapa perempuan hamil dan menyusui harus selektif dalam memilih kosmetik dan produk perawatan kulit.
Para pakar menyarankan, sebelum menggunakan atau membeli produk kecantikan, pastikan dulu tentang bahan-bahan kandungannya. Apalagi jika itu menyangkut produk pelembap atau pencerah. Umumnya nama-nama merkuri dalam Ingrediets list adalah Hg, mercuric iodide, mercurous chloride, quicksilver, cinnabaris, atau hydrargyri oxydum rubrum.
"Produk dengan tingkat merkuri yang sangat tinggi juga bisa tampak abu-abu karena warna merkuri itu sendiri memang berwarna abu-abu gelap," kata Ginger.
Editor: Tuty Ocktaviany