Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Anak Donorkan Hati untuk Ayah, Beri Harapan Baru bagi Pasien Sirosis
Advertisement . Scroll to see content

Segera Deteksi Dini Organ Hati jika Alami Gejala Ini, Bisa Jadi Ada Gangguan Sirosis

Sabtu, 01 Mei 2021 - 11:26:00 WIB
Segera Deteksi Dini Organ Hati jika Alami Gejala Ini, Bisa Jadi Ada Gangguan Sirosis
Kenali gejala sirosis hati (Foto: The Right Step)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gangguan hati banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa jadi karena infeksi virus, gaya hidup tidak sehat, dan lainnya. Maka itu, jangan sepelekan penyakit yang satu ini.

Sirosis hati atau kerusakan hati menahun karena fibrosis hati, sangat menakutkan jika dialami seseorang. Selain tidak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, tetapi memiliki risiko kematian yang tinggi pada stadium lanjut yaitu pada stadium dekompensasi.

Satu-satunya langkah yang efektif adalah melakukan deteksi awal penyakit hati. Lalu bagaimana cara mengenali gejala sirosis dan penyebabnya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi Siloam Hospitals Asri, Agus Sudiro mengatakan, sirosis hati secara perlahan akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan meningkatkan tekanan vena portal. 

Hal ini berjalan bertahun-tahun tanpa memberikan gejala dan tanda klinis yang tidak kita sadari. Namun perkembangan ini dapat dihambat atau hentikan bila penyebabnya diobati.

"Penyebab sirosis hati dapat diketahui melalui deteksi awal melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris," tutur dr. Agus Sudiro melalui edukasi webinar, belum lama ini.

Dikatakan Agus Sudiro, gejala khusus yang harus diketahui yaitu ketika penderita sirosis kerap mengalami rasa mual, muntah secara kontinyu, lemas dan mengalami penurunan nafsu makan.

"Gejala khusus lainnya adalah timbulnya rasa tidak nyaman di daerah perut sebelah kanan bagian atas, bagian mata yang berwarna putih menjadi menguning atau muntah darah," kata Agus melengkapi edukasinya. 

Dia menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati. Pemeriksaan awal menjadi langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati. 

"Terlebih jika Anda rutin mengonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus hepatitis," kata Agus Sudiro menjelaskan penyebab terjadinya gejala khusus sirosis hati. 

Pada edukasi tersebut, Dokter Agus Sudiro menjelaskan, melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis. Melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati.

"Dari deteksi dini tersebut, akan diketahui. Jika diperlukan pengobatan sirosis bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala yang timbul," kata dia.

Apabila organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Dua Kategori Sirosis Hati
 
Agus Sudiro menjelaskan, Sirosis Hati dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu Sirosis Kompensasi dan Sirosis Dekompensasi.

1. Sirosis Kompensasi, yaitu tidak ditemukannya "Simtom" yang berhubungan meski kemungkinan sudah terdapat varises "Esofagus" atau Varises "Gaster". 

Secara klinis gambarannya adalah pasien akan mengeluhkan lemas, cepat lelah dan rasa tidak nyaman di daerah perut kanan atas. Jika diperiksa jasmani, terdapat tanda penyakit hati yang menahun. Pemeriksaan Laboratorium Ratio SGOT/SGPT > 1, dan detail lain.

Sementara, Ultrasonografi: permukaan hati tidak rata, terjadi pelebaran vera porta dan lainnya. Saat diendoscopy, dapat ditemukan varises esofagus tidak berdarah.

2. Sirosis Dekompensasi, yaitu telah ditemukannya simtom yang berkaitan dengan penyakitnya seperti "Ikterik". Akibat penurunan fungsi hatinya atau simtom yang berhubungan dengan adanya "hipertensi portal" seperti Ascites, Pendarahan Varises esofagus atau encephalopati hepatika.

Gambaran klinisnya sebagai berikut:
Pasien akan mengeluhkan mata menjadi kuning, buang air kecil berwarna kuning, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, perut buncit, kaki bengkak, kesadaran menurun.

Saat melakukan pemeriksaan jasmani,  mata ikterik, asites, edema dan lainnya. Ketika pemeriksaan laboratorium SGOT/SGPT > 1, dan lainnya. Ultrasonografi: Permukaan hati tidak rata, pelebaran berna porta dan lainnya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut