Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Riwayat Penyakit Michael Bambang Hartono sebelum Meninggal Dunia, Pernah Serangan Jantung!
Advertisement . Scroll to see content

Sebelum Meninggal Dunia, Michael Bambang Hartono Berjuang Melawan PPOK gegara Merokok

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:33:00 WIB
Sebelum Meninggal Dunia, Michael Bambang Hartono Berjuang Melawan PPOK gegara Merokok
Bos Djarum Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026). (Foto: Forbes)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pebisnis sukses Michael Bambang Hartono meninggal dunia di usia 87 tahun, pada Kamis 19 Maret 2026. Almarhum tutup usia pukul 13.15 waktu Singapura.

Hingga kini, pihak keluarga belum memberitahu penyebab kematian Michael Bambang Hartono. Namun, sebelum mengembuskan napas terakhir, almarhum mengaku pernah sakit PPOK hingga serangan jantung

Ya, melalui tayangan Youtube Aam Bastaman, Michael Bambang Hartono mengaku memiliki dua penyakit serius, yaitu PPOK dan serangan jantung. 

"Ada dua penyakit, COPD (PPOK) dan serangan jantung," kata Michael Bambang Hartono semasa hidup, dikutip Kamis (19/3/2026). 

Saat ditanya apa yang menjadi penyebab sehingga Michael mengalami penyakit PPOK, dijawabnya, "Itu karena ngerokok." 

PPOK atau COPD adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Penyakit ini merupakan peradangan paru jangka panjang yang progresif, menyebabkan penyempitan saluran napas dan kerusakan permanen, sehingga penderita umumnya sulit bernapas. 

Dijelaskan oleh Dokter Dicky Budiman, praktisi kesehatan, memiliki kebiasaan merokok meningkatkan risiko PPOK sekitar 20-30 persen. 

"Namun, yang lebih berisiko itu bukan perokok aktif sebetulnya, tapi perokok pasif. Mereka yang terpapar asap rokok, risiko mengalami PPOK sekitar 70-90%," kata dr Dicky. 

Ya, secara umum, mereka yang merokok tentu akan menghirup asap rokoknya sendiri. Jadi, risiko penyakit PPOK tinggi pada kelompok perokok. 

"Merokok itu akan memicu inflamasi kronik, merusak struktur paru, dan mempercepat penurunan fungsi paru," jelas dr Dicky. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut