Ria Ricis Ajak Moana Naik ATV hingga Dikecam Netizen, Kenali Bahayanya Shaken Baby Syndrome
JAKARTA, iNews.id - Artis Ria Ricis belakangan menjadi sorotan publik. Sang YouTuber membuat gemas netizen karena mengajak bayinya, Moana, yang masih berusia lima bulan, menaiki wahana permainan yang terbilang cukup ekstrem.
Setelah mengajak putrinya bermain jetski, baru-baru ini perempuan 27 tahun itu terlihat menaiki ATV sambil memegangi Moana. Hal tersebut bisa dilihat dari unggahan video terbarunya di akun YouTube Ricis Official.
Dalam unggahannya, Teuku Ryan terlihat mengemudikan ATV, sementara Ricis duduk di belakangnya sambil menggendong Moana dengan satu tangan. Sementara itu, satu tangannya lagi memegang kamera video.
Video tersebut jelas membuat netizen khawatir dengan keselamatan Moana, meski tak ada sedikitpun hal yang tidak diinginkan terjadi pada bayi tersebut. Tak sedikit pula dari netizen yang khawatir melihat tubuh mungil Moana terguncang-guncang saat menaiki ATV.
5 Artis yang Melajang sampai Umur 50 Tahun, Nomor 4 Tak Yakin Bisa Bahagia Jika Menikah
Lantas, apakah guncangan dalam jangka waktu yang lama bisa membahayakan bayi? Berikut informasinya, seperti dirangkum pada Jumat (6/1/2023).
Apa itu shaken baby syndrome?
Deretan Artis Cantik Belum Menikah di Usia Nyaris 40 Tahun, Nomor 3 Misterius Tak Pernah Dekat dengan Pria
Dalam dunia medis, bayi yang sering mengalami guncangan rentan terkena shaken baby syndrome. Ini merupakan sekumpulan gejala yang terjadi ketika bayi mendapatkan guncangan terlalu keras, khususnya pada bagian kepala.
Sindrom ini terdiri dari pendarahan retina mata, pendarahan otak, dan pembengkakan otak. Hal ini karena bayi masih memiliki otak yang lunak, pembuluh darah yang tipis, dan otot leher yang lemah.
6 Artis Cilik Imut Era 1990-an Kini Sudah Menikah, Ada yang Punya 4 Anak dan Bak Kakak-Adik dengan Putranya
Jadi, saat mendapatkan guncangan yang kuat, misalnya karena diayun keras saat ditenangkan atau dilempar ke udara saat diajak bermain, leher bayi belum bisa menyanggah kepalanya dengan baik. Kepala bayi yang terhentak ke depan dan belakang dengan cepat karena guncangan, bisa menyebabkan otak bayi terguncang di dalam tempurung kepala.
Gejala
Otak bayi juga bisa bergeser dan mengalami robekan saraf. Gejala yang mungkin timbul pada bayi dengan shaken baby syndrome adalah koma atau tidak sadarkan diri, syok, kejang, dan tidak bisa bergerak atau lumpuh.
Mengguncang atau mengayun bayi dengan cara yang tidak benar juga dapat berbahaya bagi keselamatan bayi. Disengaja atau tidak, guncangan yang terlalu keras yang dialami bayi dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
Demi mencegah shaken baby syndrome, sebaiknya para orang tua tidak bermain atau bercanda dengan bayi dengan cara menganyunkan bayi pada lengan atau anggota tubuh lainnya, mengguncang, atau melempar tubuh bayi.
Selain itu, jika mengajak bayi bepergian, orang tua disarankan menghindari wahana-wahana ekstrem. Apalagi, wahana-wahana yang membuat bayi rentan terguncang.
Editor: Siska Permata Sari