Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cak Imin Sebut Tanpa JKN Masyarakat Sangat Rentan Terjebak Kemiskinan!
Advertisement . Scroll to see content

Peserta Kartu Indonesia Sehat Terus Meningkat

Selasa, 06 Maret 2018 - 13:30:00 WIB
Peserta Kartu Indonesia Sehat Terus Meningkat
Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional, di Tangerang, Banten. (Foto: Dok. Kemenkes)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id- Pemerintah merilis jika penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan ada akhir tahun 2014 tercatat kepesertaan sebanyak 133,4 juta jiwa terus meningkat hingga data per 1 Februari 2018 telah mencapai 192.029.645 jiwa. Lebih dari itu, program JKN mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan pelayanan kesehatan.

“Hal itu terbukti dari tingginya angka pemanfaatan JKN oleh pesertanya, yakni  sebesar 219,6 juta kunjungan sampai dengan akhir 2017,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dalam keterangan resminya, Selasa (6/3/2018).

Peningkatan peserta dan tingginya angka pemanfaatan di hilir, alur sistem pembangunan kesehatan tentu perlu diimbangi dengan kecukupan jumlah dan distribusi fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), baik di tingkat primer maupun rujukan. Sebab itu, penguatan Fasyankes menjadi salah satu komitmen utama pemerintah untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sementara itu di hulu, pemerintah perlu melihat adanya sebuah peluang besar dari sisi demografi, yakni bahwa belasan tahun mendatang diprediksikan bahwa jumlah penduduk usia produktif menjadi sangat besar. Saat ini, merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki status kesehatan masyarakat, utamanya mempersiapkan generasi yang akan lahir di tahun depan dan tahun-tahun mendatang agar status kesehatannya baik, bertumbuh kembang secara optimal, terhindar dari risiko penyakit tidak menular (PTM), serta terlindungi dari berbagai penyakit infeksi yang membahayakan atau mengancam jiwanya.

Terdapat tiga isu prioritas pemerintah saat ini. Pertama Tuberkulosis (TBC), gizi masyarakat yang berfokus pada pencegahan stunting, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi.

“Terkait tiga prioritas masalah, kita perlu mencegah, perlu mendeteksi, dan perlu segera melakukan respons cepat”, tutur Menkes.

Editor: Nanang Wijayanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut