Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Cara Agar Anak Tak Kecanduan Gadget, Salah Satunya Buat Suasana Menyenangkan di Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Perundungan di Medsos Bisa Menurunkan Prestasi Anak, Orang Tua Perlu Bijak Keamanan Internet

Sabtu, 12 Juni 2021 - 13:04:00 WIB
Perundungan di Medsos Bisa Menurunkan Prestasi Anak, Orang Tua Perlu Bijak Keamanan Internet
Perundungan digital bisa membawa anak pada penurunan prestasi belajar. (Foto: laya healthcare)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kecakapan dalam menggunakan internet dan media digital bukan hanya tentang penguasaan teknologinya saja. Namun bagaimana masyarakat mampu menggunakan media digital dengan penuh tanggung jawab.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Digital mengungkapkan di antara pengguna internet di Indonesia yang semakin tinggi, saat ini kejahatan di ruang digital pun ikut mengkhawatirkan. 

“Tantangan di ruang digital semakin besar dengan adanya konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, perundungan dan radikalisme berbasis digital,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program Literasi Digital Nasional belum lama ini. 

Mendasari hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatik bekerja sama dengan Siberkreasi menggelar acara webinar Literasi Digital secara menyeluruh di tiap kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Kegiatan bertujuan membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital

Nah, di webinar kali ini hadir nara sumber Teguh Juliawan, Kepala Sekolah Trimulya Bandung yang berbagi ilmunya mengenai peran orang tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet. Teguh mengatakan, mengutip dari beberapa berita yang muncul di media massa anak-anak yang masuk ke medsos saat ini rentan terkena cyber bullying atau perundungan. Sebuah penelitian mengungkap pun sebanyak 41% anak di media sosial mengalami perundungan dengan dampak prestasi menjadi menurun.

“Ada kolerasi linier antara cyber bullying anak yang menjadi korbannya dengan prestasi yang menurun dan dengan itu kesempatan untuk masuk pada kampus-kampus yang baik menurun juga, karena anak harus melawan dua hal cyber bullying dan mental kan berat ditambah beban akademisnya,” kata Teguh.

Teguh mengatakan orang tua memiliki peran penting melindungi anak dari cyber bullying. Mengapa demikian? Sebab guru hanya bersama anak paling banyak 8 jam di sekolah, terlebih waktunya semakin sedikit sejak pandemi berlangsung. Sementara orang tua lebih lama bersama anak di rumah yakni sekitar 16 jam.

Akibat dari cyber bullying yang terjadi pada anak di antaranya perasaan tidak punya harapan, merasa sendiri, dan kemudian menjadi over thinking, hingga menjadi lelah berharap. Adapun itu, peran yang paling penting lainnya dari menjaga anak dari kejahatan internet adalah predator anak yang bisa mengacu pada human trafficking.

Untuk itu ada beberapa yang dilakukan oleh orang tua untuk melindungi anak. Salah satunya dengan membatasi akses anak terhadap gadget mereka. Orang tua bisa memberikan aturan durasi screen time untuk anak agar tidak kecanduan sosial media. 

Pilih durasi screen time sesuai dengan usia anak. Untuk anak 1 hingga 1,5 tahun sebaiknya jangan diizinkan untuk memegang gadget. Usia 1 hingga 5 tahun cukup satu jam, sementara usia 6 hingga 12 tahun waktu mengakses adalah 2 jam per harinya. Untuk usia 13 hingga 15 tahun yaitu 3 jam per hari, semuanya pengaturan tersebut harus memiliki jeda waktu atau tidak sekaligus.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kabupaten Bandung Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Pada webinar kali ini hadir nara sumber lainnya seperti Ninik Rahayu Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 dan Dila Karinta Enterprise Consultant at Digital Economy Coorporation. 

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut