Persiapan Haji, 350 Jamaah dari Jaksel Ikuti Pengukuran Kebugaran
JAKARTA, iNews.id – Masyarakat Indonesia akan menjalankan ibadah haji dalam beberapa bulan lagi. Untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, 350 jamaah haji asal Jakarta Selatan mengikuti acara latihan dan pengukuran kebugaran.
Setiap tahun, sekitar dua per tiga jamaah haji Indonesia termasuk dalam kelompok risiko tinggi, yakni mereka yang berusia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan sejak dari Tanah Air. Namun demikian, fakta tersebut bukan berarti mengabaikan ketentuan istitaah kesehatan.
Untuk mengetahui kondisi kesehatan jamaah haji dalam memenuhi persyaratan istitaah kesehatan, sebanyak 350 jamaah haji asal Jakarta Selatan mengikuti acara latihan dan pengukuran kebugaran yang digelar oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan.
Pengukuran kebugaran menggunakaan metode rockport untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru-paru para jamaah haji. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Kesra Pemerintah Kota Jakarta Selatan H. Makmur, yang mewakili Wali Kota Jakarta Selatan. Pihak pemerintah kota juga melibatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama pada kegiatan ini.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dan Kasie Haji Kemenag Jakarta Selatan H. Fatullah, S.Ag, juga sejumlah pejabat dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) asal Provinsi DKI Jakarta.
Seluruh jamaah haji, baik yang berusia muda mau sudah tergolong lansia tampak antusias mengikuti proses pengukuran kebugaran. Pengukuran tersebut berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB di lingkungan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
“Jamaah haji yang hadir, semuanya tampak bersemangat dan benar-benar ingin menjaga kesehatannya saat di Arab Saudi,” ucap dr. Eka di Jakarta dalam keterangannya, Minggu (24/2/2019).
Pengukuran Kebugaran
Sebelum melakukan pengukuran, para peserta dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dulu oleh tim dokter. Selanjutnya setiap peserta mengenakan nomor dada dan dipandu untuk melakukan peregangan bersama secara berkelompok. Kemudian setiap jamaah diminta untuk berjalan kaki cepat/berlari secara konstan sejauh 1,6 kilometer.
Sementara jamaah memulai kegiatan, beberapa petugas bersiaga untuk mencatat waktu tempuh setiap jamaah dalam form penilaian. Capaian waktu tempuh setiap jamaah akan dikategorikan menjadi lima, yakni baik sekali, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali. Bagi yang hasilnya kurang, maka akan direkomendasikan untuk melakukan latihan fisik yang disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatannya.
Pengukuran kebugaran merupakan salah satu bagian dari kegiatan pembimbingan kesehatan haji dalam pembinaan kesehatan di masa keberangkatan. Sebuah proses yang harus dilalui oleh semua jamaah haji guna mendapatkan gambaran kekuatan fisik dan memberikan rekomendasi tindakan berikutnya yang harus dilakukan. Pembinaan ini bertujuan memantapkan status istitaah kesehatan haji hingga menjelang waktu keberangkatan nanti.
Seusai melakukan pengukuran kebugaran, dilakukan juga pembimbingan dan penyuluhan kesehatan. Jamaah haji mendapatkan materi manasik haji oleh Kasie Haji Kemenag Jaksel. Sedangkan materi penyuluhan atau pesan-pesan kesehatan disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes.
Penyampaian manasik haji, serta informasi dan edukasi tentang upaya menjaga kondisi kesehatan dan praktik perilaku hidup bersih dan sehat menjadi hal yang penting. Ini bertujuan membekali jamaah haji menjelang waktu keberangkatan mereka menuju Arab Saudi.
Editor: Tuty Ocktaviany