Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Wanita di China Patah Tulang Gegara Tak Mau Terkena Matahari, Alami Osteoporosis Akut
Advertisement . Scroll to see content

Perempuan Lebih Rentan Osteoporosis Bukan Mitos: Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 April 2026 - 13:55:00 WIB
Perempuan Lebih Rentan Osteoporosis Bukan Mitos: Ini Penyebabnya
Anggapan perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki bukan mitos. (Foto: Ilustrasi/ AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Anggapan perempuan lebih rentan mengalami osteoporosis dibandingkan laki-laki bukan mitos. Fakta ini berkaitan erat dengan perubahan hormon yang terjadi seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause.

Hospitalist Siloam Hospitals Mampang dr Uli Asri Sihotang menjelaskan, perempuan di bawah usia 50 tahun umumnya masih memiliki kondisi tulang yang cukup kuat. Namun, risiko mulai meningkat ketika memasuki masa menopause.

“Kalau perempuan di bawah usia 50 tahun, sebenarnya tulangnya masih cukup kuat. Tapi setelah menopause, ketika sudah tidak menstruasi, hormon estrogen menurun dan tidak lagi membantu penyerapan kalsium ke tulang. Itu yang membuat risiko osteoporosis meningkat,” katanya usai acara edukasi kesehatan ortopedi dan sport medicine, Jumat (24/4/2026).

Dia mengatakan penurunan hormon estrogen menjadi faktor utama yang membuat perempuan usia di atas 50 tahun lebih rentan mengalami pengeroposan tulang. Kondisi ini membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami cedera.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda sebagai langkah pencegahan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencukupi asupan kalsium setiap hari.

“Dari dulu kita kenal istilah ‘menabung kalsium’, misalnya dengan konsumsi susu atau makanan tinggi kalsium. Itu tetap penting,” ujarnya.

Selain itu, latihan kekuatan otot juga berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang. Dia menyebut otot yang kuat dapat membantu menopang tulang agar tetap stabil dan tidak mudah rapuh.

“Latihan beban itu penting. Bisa di gym dengan angkat beban, atau pakai berat badan sendiri seperti push-up dan squat. Itu membantu menjaga kekuatan otot dan tulang,” katanya.

Tak hanya itu, menjaga berat badan ideal juga menjadi faktor penting dalam mencegah osteoporosis. Pola makan sehat dan olahraga teratur dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Dia menambahkan, konsumsi makanan cepat saji atau instan sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi hormon dan berpotensi mempercepat menopause. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis muncul lebih dini.

“Makanan seperti fast food, mie instan, atau makanan bersantan itu bisa memengaruhi hormon. Bahkan bisa mempercepat menopause,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut