Penyakit Mematikan di Dunia, Begini Cara Hindari Stroke
JAKARTA, iNews.id – Stroke menjadi penyakit mematikan kedua di dunia setelah jantung iskemik. Menghindari stres dan menjaga gaya hidup selalu sehat adalah solusi yang bisa dilakukan agar terhindari dari stroke.
Stroke menjadi momok yang menakutkan sekaligus penyakit mematikan di dunia. Pasalnya, data World Health Organization (WHO) tahun 2012 mencatat sekitar 31 persen dari 56,5 juta atau 17,7 juta orang di dunia, meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dari kematian akibat penyakit kardiovaskuler tersebut, sebesar 7,4 juta di antaranya disebabkan penyakit jantung koroner. Sementara 6,7 juta lainnya disebabkan oleh stroke.
"Dan diperkirakan pada 2020 nanti, angka ini akan meningkat dua kali lipat karena gaya hidup yang tidak sehat," papar dr. Lily S. Sulistyowati, MM selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) ditemui iNews.id dalam Peringatan Hari Stroke Sedunia 2017 di Gedung Ditjen P2P, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.
Tidak menjaga gaya hidup sehat, serta tingginya tingkat stres, kata Lily, bisa meningkatkan risiko terkena stroke. Selain itu, merokok dan jarang beraktivitas turut menjadi faktor seseorang terkena serangan ini. "Pengelolaan stres menjadi penting," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Moh. Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S mengatakan, betapa pentingnya mengetahui gejala-gejala dini dari penyakit stroke tersebut.
"Sangat penting mengetahui gejala dan faktor penyakit stroke ini. Faktornya itu banyak. Pola hidup tidak sehat, stres, gangguan keseimbangan hidup, dan pola makan," sebutnya.
Oleh sebab itu, kata dia, dengan mengetahui gejala dan faktor tersebut, masyarakat bisa menghindari penyakit mematikan kedua di dunia setelah jantung iskemik.
"Hidup kita harus seimbang, fisik, psikologis, sosial, dan spritual. Untuk fisik sendiri, gaya hidup harus sehat, olahraga teratur, hipertensi dan lemak dikontrol. Sebab, kalau sudah terkena stroke, kemungkinan hanya ada tiga, sembuh total, meninggal, dan sisanya gejala sisa," tukas Hasan.
Editor: Tuty Ocktaviany