Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sabun Susu Kuda Bikin Kulit Cerah Maksimal? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Orang Berkulit Gelap Berisiko Tinggi Kekurangan Vitamin D 

Rabu, 05 Mei 2021 - 06:01:00 WIB
Orang Berkulit Gelap Berisiko Tinggi Kekurangan Vitamin D 
Beberapa penelitian menunjukkan orang dewasa dengan kulit lebih gelap berisiko tinggi kekurangan vitamin D. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Gejala nyeri tulang dan kelemahan otot bisa berarti anda kekurangan vitamin D. Namun, bagi banyak orang, gejalanya tidak kentara.  

Kekurangan vitamin D dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kadar vitamin D dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan kognitif, asma parah dan kanker.  

Penelitian menunjukkan vitamin D berperan dalam pencegahan dan pengobatan sejumlah kondisi, termasuk diabetes tipe 1 dan tipe 2, hipertensi, intoleransi glukosa, dan sklerosis ganda. Kekurangan vitamin D terjadi karena banyak hal, antara laint: 

Kurang konsumsi Vitamin 

Anda tidak mengonsumsi makanan kaya vitamin D. Ini mungkin terjadi jika Anda mengikuti pola makan vegan yang ketat, karena sebagian besar sumber alami vitamin D berasal dari hewani, termasuk ikan dan minyak ikan, kuning telur, susu, dan hati sapi. 

Sinar Matahari 

Terlalu sedikit mendapat paparan sinar matahari, khususnya saat musim hujan. Tubuh membuat vitamin D saat kulit terkena sinar matahari, anda mungkin berisiko mengalami defisiensi jika hanya tinggal di rumah, tinggal di garis lintang utara, mengenakan jubah panjang atau penutup kepala, atau terus menerus bekerja di dalam ruangan.  

Warna Kulit 

Jika Anda memiliki kulit gelap, pigmen melanin mengurangi kemampuan kulit untuk membuat vitamin D dari paparan sinar matahari. Beberapa penelitian menunjukkan orang dewasa dengan kulit lebih gelap berisiko tinggi kekurangan vitamin D. 

Dilansir dari webmd, Vitamin D penting untuk tulang yang kuat, karena membantu tubuh menggunakan kalsium dari makanan. Secara tradisional, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan rakhitis, penyakit di mana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik, yang menyebabkan tulang lunak dan kelainan bentuk tulang. Selain itu semakin banyak penelitian yang mengungkapkan pentingnya vitamin D dalam melindungi diri dari sejumlah masalah kesehatan.

Seiring bertambah usia, semakin turun kemampuan ginjal untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, sehingga meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. Juga, menurunnya kemampuan saluran pencernaan Anda menyerap vitamin D secara memadai, mengakibatkan masalah medis tertentu, termasuk penyakit Crohn, fibrosis kistik, dan penyakit celiac. 

Cara paling akurat mengukur seberapa banyak vitamin D dalam tubuh adalah dengan tes darah 25-hidroksi vitamin D. Kadar 20-50 nanogram/mililiter dianggap cukup untuk orang sehat. Jika kurang dari 12 ng / mL menunjukkan defisiensi vitamin D. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut