Menkes Ingatkan Orang Tua, Menu Bekal Favorit Anak Ini Bisa Hambat Pertumbuhan
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan orang tua agar lebih selektif dalam menyiapkan bekal anak. Dia menyoroti kebiasaan yang kerap dianggap sepele, yakni memberikan mie instan dan nasi sebagai menu harian.
Edukasi tersebut disampaikan melalui konten Budi Gemar Sharing di Instagram. Dalam unggahannya, dia berdiskusi dengan dokter Gia mengenai dampak pola makan praktis terhadap tumbuh kembang anak.
Dalam perbincangan itu, dokter Gia menilai menu mie instan dan nasi tidak memenuhi kebutuhan gizi anak. “Nggak sehat sama sekali. Tubuh anak-anak yang lagi tumbuh kembang tidak pantas hanya diberikan ini,” katanya.
Menkes menjelaskan, anak membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan optimal. Makanan praktis seperti mi instan dinilai hanya mengenyangkan, tetapi minim kandungan gizi penting.
Dipecat Menkes, Dokter Piprim Kini Praktik di RSUI
Selain itu, kandungan natrium yang tinggi dalam mie instan juga menjadi perhatian. Konsumsi berlebihan, terutama lebih dari satu porsi, berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi sejak usia dini.
Kebiasaan menjadikan makanan instan sebagai bekal harian disebut dapat berdampak jangka panjang. Pasalnya, tubuh anak memerlukan kombinasi protein, vitamin, dan mineral yang seimbang untuk perkembangan fisik dan kognitif.
Susah Tidur saat Istirahat di Rest Area, Menkes Budi Bagikan Tips bagi Pengemudi Pola 4-7-8
Jika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, pertumbuhan anak berpotensi terhambat. Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga kemampuan belajar dan perkembangan otak.
Sebab itu, Menkes menekankan pentingnya peran orang tua dalam memilih makanan. Dia mengingatkan agar bekal anak tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki kualitas gizi yang baik untuk menunjang masa tumbuh kembang.
Menkes Imbau Pemudik Istirahat Tiap 3 Jam: Lelah-Ngantuk Jadi Penyebab Kecelakaan
Editor: Dani M Dahwilani